Beranda Bali News Tren Ekonomi mulai Membaik, QRIS Wilayah Bali Tembus 8 Besar Nasional

Tren Ekonomi mulai Membaik, QRIS Wilayah Bali Tembus 8 Besar Nasional

ist

Trisno Nugroho tunjukkan cara transaksi lewat QRIS.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Kepala BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho menyatakan, pandemi covid-19 yang sudah berjalan tepat 1 tahun ini memberikan guncangan yang cukup keras di hampir seluruh sektor sosial ekonomi. “Kendati demikian, pemulihan tiada henti kita upayakan bersama dengan berbagai gagasan salah satunya melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya saat memberikan sambutan pada edukasi IKM Bali Bangkit dan IKM Kabupaten/Kota, Jumat (5/3).

Trisno juga menyebut, covid-19 telah menyebabkan perekonomian nasional mengalami kontraksi yang dalam. Pertumbuhan ekonomi nasional pada keseluruhan tahun 2020 tercatat terkontraksi sebesar -2,07% (yoy). Adapun Bali sebagai penyumbang devisa pariwisata nasional terbesar menjadi provinsi yang paling terdampak dengan angka pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebesar -9,31% (yoy).

Meskipun demikian, tegasnya, apabila dilihat perkembangannya, pada triwulan IV tahun 2020 mulai terjadi tren pemulihan pertumbuhan ekonomi baik nasional dan Bali yang membaik masing-masing 1,30% (qtq) dan 0,94% (qtq). Adapun pemulihan ini selain merupakan hasil dari upaya penanganan covid-19 yang dilakukan berbagai pihak, juga merupakan bukti bahwa masyarakat kini mulai mampu beradaptasi dengan kebiasaan perilaku baru yang sesuai dengan kondisi saat ini.

Pergeseran perilaku menjadi serba digital yang dibarengi dengan potensi digitalisasi yang tinggi memunculkan berbagai inovasi layanan digital di berbagai sektor ekonomi mulai dari proses produksi, pemasaran hingga pembayaran. Contohnya seperti taxi delivery grocery, fuel on delivery, contactless services, resto at home hingga supermarket booking spot bahkan saat ini “banking from home” sudah sangat familiar. Semua pihak dapat mengakses layanan perbankan secara nir sentuh dari mana saja dan kapan saja.

Semua inovasi digital ini, ungkapnya, memerlukan dukungan sistem pembayaran yang mampu memfasilitasi from offline to online payment yang berbasis nirsentuh sesuai dengan rekomendasi WHO seperti QRIS (QR Code Indonesian Standard). QRIS bukanlah sebuah aplikasi, melainkan sebuah kebijakan standardisasi QR Code Pembayaran, sehingga apabila sudah memiliki QRIS otomatis dapat menerima pembayaran digital apa pun yang dimiliki konsumen. “Saya yakini, seluruh UMKM yang ada di sini sudah terdaftar sebagai merchant QRIS BPD Bali, sehingga dapat menerima pembayaran berbasis QR dari konsumen Bapak Ibu di mana pun dan kapan pun,” katanya.

Baca Juga  Pimpin Upacara Hari Bakti PU Ke-80, Gubernur Koster: Pemprov Bali Komitmen Terus Sinergi dengan Kementerian PUPR

QRIS sangat tepat digunakan untuk transaksi karena sangat mudah digunakan oleh merchant maupun konsumen, hanya scan dan bayar, transaksi selesai. Selain itu, Bank Indonesia juga telah memperpanjang Merchant Discount Rate (MDR) 0% bagi usaha mikro sampai dengan 31 Desember 2021. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan transaction cost oleh merchant UMKM sehingga mampu mendorong geliat jual-beli di masyarakat. Dan tidak lupa, QRIS ini aman karena diawasi oleh Bank Indonesia selaku otoritas di sistem pembayaran.

“Astungkara, dapat kami sampaikan bahwa akselerasi implementasi QRIS di Wilayah Bali sangat cepat progresnya dan masuk ke dalam peringkat 8 besar nasional. Per 26 Februari 2021, jumlah merchant QRIS di Provinsi Bali telah mencapai 191.535 merchant meningkat hingga 700% dibandingkan Desember 2019 dan 93% di antaranya merupakan kelompok usaha mikro, kecil dan menengah. Kondisi ini menunjukkan bahwa QRIS sangat tepat digunakan oleh UMKM dikarenakan faktor CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah dan Aman dan Handal).

Editor N. Sarmawa