ist
KIPAS BALI – Kepala BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho bersama Kadis Perdagangan dan Perindustrian Bali Wayan Jarta di salah satu stand kerajinan berupa kipas Bali, Jumat (5/3).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Pada Jumat (5/3), Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Bali dan Bank BPD Bali menyelenggarakan kegiatan ”Edukasi IKM Bali Bangkit dan IKM Kabupaten/Kota se-Bali” secara hybrid dengan lokasi utama di Art Center Denpasar Bali dan online melalui zoom.
Berdasarkan relis yang dikirim BI dan diterima Baliviralnews, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya Bank Indonesia dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi Bali akibat pandemi covid-19 melalui implementasi program menuju 12 Merchant QRIS Nasional dan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) ini. Acara ini turut dihadiri I Wayan Jarta, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, I Nyoman Sumanaya, Direktur Bisnis Non Kredit BPD Bali, dan I Dewa Made Krishna Muku, ST.,MT selaku narasumber. Selain itu, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh total 200 UMKM kriya dan seluruh Dekranasda se-Bali.
Dengan mengusung tema ”Digitalisasi Proses Bisnis Menyongsong Era Baru”, kegiatan ini menjadi sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi oleh UMKM di tengah pandemi covid-19 yakni pembatasan mobilitas manusia telah mendorong pergeseran perilaku menjadi serba digital, dengan peralihan kegiatan yang dulunya mayoritas offline menjadi online. Diharapkan, kondisi ini dapat direspons dengan baik terutama oleh UMKM konvensional agar dapat berinovasi secara digital melalui peningkatan daya saing produk hingga perluasan pasar dengan memanfaatkan kanal penjualan online serta pembayaran berbasis digital seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
QRIS sebagai produk inovasi kebijakan Bank Indonesia pada sistem pembayaran nir sentuh berbasis QR Code, mendukung protokol social dan physical distancing melalui transaksi dengan tatap muka tanpa kontak fisik atau yang dikenal dengan QRIS MPM (Merchant Presented Mode) dan QRIS CPM (Costumer Presented Mode), maupun transaksi tanpa tatap muka atau yang dikenal dengan QRIS TTM. Selain itu, Bank Indonesia juga telah memperpanjang Merchant Discount Rate (MDR) 0% bagi usaha mikro sampai dengan 31 Desember 2021 yang diharapkan dapat meminimalkan transaction cost oleh merchant UMKM sehingga mampu semakin mendorong geliat jual-beli di masyarakat. Tidak lupa, QRIS ini aman karena diawasi oleh Bank Indonesia selaku otoritas di sistem pembayaran.
Akselerasi implementasi QRIS di wilayah Bali sangat cepat progresnya dan masuk ke dalam peringkat 8 besar nasional. Per 26 Februari 2021, jumlah merchant QRIS di Provinsi Bali telah mencapai 191.535 merchant meningkat hingga 700% dibandingkan Desember 2019 dan 77% di antaranya merupakan kelompok usaha mikro dan kecil. Kondisi ini menunjukkan bahwa QRIS sangat tepat digunakan oleh UMKM dikarenakan faktor CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah dan Aman dan Handal).
Selain itu, pada kegiatan ini Bank Indonesia Provinsi Bali juga memberikan kesempatan kepada para UMKM untuk dapat menukarkan uang peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) berbentuk uang kertas pecahan Rp 75.000 yang terbatas hanya dicetak dan diedarkan sekali sebagai simbol peringatan HUT ke–75 Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2020.
Semoga segala upaya yang telah, sedang dan akan dilakukan dalam rangka penanganan Covid-19 dapat semakin mempercepat Bali Bangkit dan dapat terus bersama-sama bergotong-royong dan bersatu melewati ujian covid-19 ini dengan baik serta berkontribusi positif bagi Bali dan Indonesia secara luas.
Editor N. Sarmawa







































