Made Sutama
MANGUPURA (BALIVIRAL NEWS) –
Mewabahnya virus corona berpengaruh kepada angka kunjungan turis Tiongkok ke Bali. Akibatnya, pendapatan Badung dari pajak hotel dan restoran (PHR) pun terpengaruh.
Hal ini diakui Kepala Bapenda Badung I Made Sutama saat dihubungi Senin (27/1). Dia mengatakan, dampak dari isu virus corona ini nantinya akan berpengaruh terhadap pendapatan daerah di Kabupaten Badung. “Kunjungan wisatawan Cina sangat besar bahkan di posisi kedua saat ini. Hal ini pasti mempengaruhi transaksi belanja dan mempengaruhi dari pendapatan pajak hotel dan restoran nantinya. Tapi kami belum bisa memastikan nilainya berapa persen terdampak dari sektor pendapatan pajak kita dan tidak hanya tamu Cina saja yang berpengaruh tamu lainnya juga pasti akan berpengaruh mengunjungi Bali dan Badung,” ungkapnya.
Pihaknya berharap hal ini bisa segera teratasi dan perlu kerja sama antarlintas negara. “ini adalah isu dunia jadi bukan hanya masalah kita di Bali saja sehingga masalah ini bisa ditangani secara bersama dan yang terpenting adalah penanganan wisatawan yang terjangkit di Bali bisa dilakukan dengan baik sehingga citra pariwisata kita pulih kembali,”papar Birokrat asal Desa Pecatu tersebut.
Di bagian lain Kadis Pariwisata Made Badra mengatakan, kunjungan wisatawan Tiongkok ke Badung mencapai 1,2 juta wisatawan dari 31 provinsi di negara tersebut. “Kami belum bisa pastikan perkembangan berapa akan turun kunjungan wisatawan dari Tiongkok ini. Kami masih terus memantau perkembangan isu virus corona ini,”ujarnya.
Lebih lanjut birokrat asal Kuta ini mengatakan, adanya isu ini pasti akan mempengaruhi target kunjungan wisatawan ke Badung begitu juga merembet kehal yang lain. “Dari analisis data kami tarnsaksi belanja wisatawan Tiongkok berbeda-beda ada yang kelas atas, menengah dan ada yang kelas bawah. Tapi jika dirata-ratakan mereka belanja sekitar 600 ribu hingga 800 ribu rupiah satu paket trip dua sampai tiga hari yang paling rendah. Kami juga belum mengetahui pasti berapa jumlah pembatalan terbang dari cina ke Bali sehingga kita pun belum bisa melakukan estimasi terharap berapa wisatawan yang batal datang ke Bali dan Badung,” terangnya.
Ia juga mengatakan, upaya yang akan dilakukan Disparda jika wisatawan Tiongkok ini menurun yakni menggenjot promosi ke wilayah Eropa dan India. “Kita nanti akan melakukan promosi ke Eropa Barat dan Eropa Timur untuk meningkatkan jumlah kunjungan kemarin juga kita sudah ke India dan sekarang India ekonominya bagus bisa saja mereka naik kunjungannya ke Badung menjadi diposisi ke dua setelah Australia,”terangnya.
Saat ini Wisatawan Tiongkok menguasai posisi kedua kunjungan wisatawan ke Badung. Dari data yang ada wisatwan Tiongkok di Bulan November 2019 mencapai 80.434 orang dan wisatawan India mencapai 39.618 orang. Posisi pertama adalah wisatawan Australia mencapai 107.818 orang. Sementara jumlah kunjungan wisatawan asing di tahun 2019 secara menyeluruh mencapai 6.196.910 orang dan tahun 2020 ditarget 6. 150.000 orang. Angka target ini fluktuatif melihat kondisi, isu pariwisata di lapangan nantinya.
Editor Devi Karuna










































