Beranda Berita Utama Wujudkan Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan, Mahasiswa Se-Indonesia Gelar Edukasi dan Pelatihan Ecobrick

Wujudkan Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan, Mahasiswa Se-Indonesia Gelar Edukasi dan Pelatihan Ecobrick

bvn/r

ECOBRICK – Mahasiswa se-Indonesia yang tergabung dalam komunitas penerima beasiswa dari Yayasan Karya Salemba Empat menggelar edukasi dan pelatihan daur ulang plastik menjadi ecobrick di SD Negeri 7 Kesiman.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Mahasiswa se-Indonesia yang tergabung dalam komunitas penerima beasiswa dari Yayasan Karya Salemba Empat menggelar acara bertajuk “Gebyar Peduli Sampah Plastik: Edukasi dan Pelatihan Daur Ulang Plastik Menjadi Ecobrick”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian alam.

Acara yang berlangsung serentak pada Sabtu (23/11) di 35 lokasi di seluruh Indonesia, dihadiri oleh lebih dari 6.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, pelajar, guru, dan komunitas pecinta lingkungan sebagai bentuk nyata dedikasi untuk negeri. Tahun ini, kegiatan pusat diselenggarakan di SD Negeri 02 Cinangka, Depok, namun antusiasme serupa juga terlihat di berbagai lokasi lain, termasuk di Bali, tepatnya di SD Negeri 7 Kesiman, Denpasar.

Di titik Bali, kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa Universitas Udayana yang tergabung dalam KSE, guru, staf serta siswa SD Negeri 7 Kesiman. Lebih dari 100 peserta turut berpartisipasi dalam acara ini.

Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya siswa SD tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan cara mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, solusi kreatif yang ramah lingkungan. Ecobrick adalah metode mengisi botol plastik bekas dengan limbah non-organik, sehingga dapat digunakan sebagai bahan dekorasi, furniture, dan bangunan alternatif.

“Kami ingin mendorong perubahan pola pikir dan kebiasaan anak SD agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan mampu mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna,” ujar Rendi Seftian, Donor Relations Yayasan Karya Salemba Empat.

Baca Juga  Investasi Whoosh Tembus 7,2 Miliar Dolar AS, 40 Persen Milik Cina

Ketua Panitia, Ni Kadek Melia Shanti menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak SD Negeri 7 Kesiman, khususnya kepada kepala sekolah, guru, serta staf yang telah memberi dukungan penuh dari tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan ini. Dukungan ini sangat berarti dalam mewujudkan kelancaran acara gebyar ecobrick”

Kegiatan sudah dimulai sejak satu bulan yang lalu berupa sesi edukasi yang dipandu oleh mahasiswa. Materi yang disampaikan meliputi dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan dan pentingnya membangun kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Setelah itu mahasiswa memberikan tantangan kepada siswa SD untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik botol dan kemasan selama 3 minggu.

Para siswa  SDN 7 Kesiman dengan semangat melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di sekolah maupun rumah. Puncak acara adalah pelatihan membuat ecobrick. Dalam sesi ini, para peserta diajarkan langkah-langkah praktis mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, mulai dari memilah plastik, membersihkan sampah plastik, memadatkannya ke dalam botol bekas, hingga cara memastikan ecobrick memiliki kualitas yang baik.

Sebanyak lebih dari 195 botol ecobrick berhasil dibuat dari kegiatan ini. Botol tersebut kemudian dikreasikan menjadi benda yang dapat dimanfaatkan seperti dekorasi, bangku, meja, gapura, dan sebagainya. Mahasiswa penerima beasiswa KSE Universitas Udayana bersama dengan berbagai komunitas membersamai siswa SD dalam membuat kreasi ecobrick dalam acara puncak Gebyar Ecobrick yang dilaksanakan serentak hari Sabtu, 23 November 2024. (sar/r)