Beranda Another Region News Investasi Whoosh Tembus 7,2 Miliar Dolar AS, 40 Persen Milik Cina

Investasi Whoosh Tembus 7,2 Miliar Dolar AS, 40 Persen Milik Cina

bvn/sar

JELASKAN WHOOSH – Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti memberikan penjelasan terkait Whoosh kepada rombongan OJK Provinsi Bali bersama 30 wartawan yang berkunjung, Selasa (3/12/2024).

 

JAKARTA (BALIVIRALNEWS) –

Manajemen Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) pengelola Whoosh, kereta berkecepatan 350 km per jam rute Halim (Jakarta), Padalarang (Jawa Barat) hingga ke Tegalluar Summarecon ternyata 40 persen sahamnya masih dimiliki China. Indonesia memang mayoritas yakni memiliki 60 persen saham KCIC.

Hal tersebut diungkapkan Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti saat menerima kunjungan OJK Provinsi Bali yang dipimpin Deputi Direktur Pengawasan Perilaku PUJK Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Bali Irhamsah bersama 30 wartawan dari media cetak, elektronik dan media online di Bali, Selasa (3/12/2024). “Komposisi sahamnya 60 persen Indonesia, 40 persen milik China,” ujarnya.

Dari 60 persen saham Indonesia di KCIC, struktur kepemilikannya terdiri atas KAI 51,37 persen, WIKA 39,12 persen, PTPN VIII 8,30 persen, serta Jasa Marga 1,21 persen. Sementara 40 persen saham China dimiliki lima perusahaan seperti CFJC, CREC, Sinadydra, CRRC, dan CRSC. “Jumlah total investasi, tercatat 7,2 miliar dolar,” ujar Emir Monti.

Gagasan kereta api cepat ini dimulai pada 2015 saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo, lanjut melakukan groundbreaking pada 2016 dan mulai pembangunan rel pada 2018. Pada 15 September 2023 mulai melakukan uji coba tidak berbayar. Respons masyarakat pun sangat positif. Puluhan ribu masyarakat telah merasakan sensasi perjalanan menggunakan Whoosh dari Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya. Tidak sedikit dari mereka merasa takjub dan bangga atas kehadiran KA cepat Whossh ini.

Whoosh kereta berkecepatan 350 km/jam.

Saat ini, kereta cepat Whoosh mampu menempuh jarak 350 per jam. Karena itu, waktu bepergian masyarakat menjadi sangat efisien. Dia mencontohkan, jalan darat dari Jakarta ke Bandung dengan kendaraan membutuhkan waktu hingga 3 jam. Dengan menggunakan Whoosh, waktu tempuh hanya 30 menit saja. “Sejak Oktober 2024, Whoosh sudah mengangkut 6,5 juta penumpang,” ujarnya.

Baca Juga  Dipicu Transaksi Sepeda Motor Lewat FB, Dua Warga Sumba di Kuta Selatan Ribut

Selain canggih dari sisi teknologi, ujar Emir Monti, Whoosh juga dilengkapi dengan sistem pengamanan tinggi. Tersedia deteksi cuaca, petir, dan sebagainya. Satu lagi, Whoosh juga dilengkapi dengan feeder penghubung dengan kereta api, bus, dan alat transportasi lainnya sehingga semuanya terhubung.

Ditanya soal tarif, ujarnya, ada beberapa jenis. Tarif untuk first class Rp 600.000, second class Rp 400.000, untuk economic class dinamis antara Rp 200.000 hingga Rp 350.000. Dia mengakui, hingga kini KCIC belum mengantongi keuntungan. “Ini investasi jangka panjang, untuk break event point (BEP) saja masih memerlukan waktu,” ujarnya.

Apakah dengan kondisi seperti ini, KCIC akan mengembangkan rute-rute baru selain Jakarta-Bandung? Emir Monti memastikan akan ada pengembangan rute-rute baru seperti ke Surabaya. “Untuk jalur Surabaya, KCIC masih melakukan kajian. Ini semua menjadi kebijakan pemerintah dan KCIC akan menjadi pelaksana,” ungkapnya lagi.

Setelah melakukan tatap muka dengan manajemen KCIC, rombongan OJK Bali bersama wartawan menjajal Whoosh dari Stasiun Halim Jakarta menuju Stasiun Padalarang Jawa Barat. Rombongan pun sempat menjajal feeder kereta api yang menghubungkan Stasiun Padalarang menuju Stasiun Kota Bandung. Setelah berjalan-jalan sejenak di kota kembang, rombongan kembali ke Stasiun Halim Jakarta dengan Whoosh, kebanggaan Indonesia. (sar)