Beranda Badung News Produksi Air Baku, Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung Seriusi SWRO

Produksi Air Baku, Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung Seriusi SWRO

bvn/sar

GATHERING MEDIA – Dirut Perumdam Tirta Mangutama (tengah) didampingi Dirtek Made Suarsa dan Dirum Made Sugita saat gathering dengan media, Senin (17/11/2025).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung, Senin (17/11/2025) menggelar gathering bersama puluhan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik maupun media online. Selain menyampaikan capaian maupun kinerja selama 5 tahun, direksi juga mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Hadir pada acara tersebut, Direktur Utama I Wayan Suyasa, Direktur Teknik Made Suarsa, Direktur Umum I Made Sugita serta jajaran kepala bagian di lingkungan Perumdam Tirta Mangutama. Acara tersebut digelar di lantai 3 Kantor Perumdam di bilangan Kapal, Badung.

Yang menjadi atensi Perumdam, ujar Suyasa, yakni sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan pelanggan khususnya di Badung Selatan, termasuk di Canggu. “Jika jalan lingkar terwujud, dipastikan kebutuhan air makin meningkat,” ujarnya.

Salah satunya akan dilakukan dengan sea water reverse osmosis (SWRO) yakni sebuah teknologi desalinasi untuk mengubah air laut menjadi air tawar melalui proses osmosis. “SWRO sudah dipresentasikan, perpipaannya bagaimana, siapa saja yang akan diberikan, ini sedang dibahas,” tegasnya.

Dia berharap, dengan SWRO produksi air baku bisa menutupi kebutuhan air bagi pelanggan di Kuta Selatan, termasuk di wilayah Canggu. “Ini salah satu menjadi atensi kami dalam memenuhi kebutuhan air di Kabupaten Badung,” ujar Suyasa.

Menurutnya, SWRO mengolah air yang diambil di laut, dengan konsep air laut tidak akan pernah habis. Untuk SWRO menghasilkan kualitas air yang bagus bahkan siap minum karena itu ada keumungkinan akan disalurkan dengan jaringan khusus kepada pelanggan-pelanggan dari kalangan dunia usaha.

Selain itu, dari 100 persen air yang diolah SWRO, yang menjadi air baku antara 30-40 persen tergantung kekentalan air. “Karena itu, biaya produksi SWRO ini sangat mahal sehingga nanti akan disalurkan kepada dunia usaha. Sementara untuk pelanggan rumah tangga akan dipasok dari air permukaan,” katanya.

Baca Juga  Bawakan Karya Tabuh Menur Tiga Sakti, Baleganjur Duta Denpasar di PKB XLIII Tampil Apik dan Memukau

Direktur Teknik Made Suarsa menambahkan, pengolahan air laut ini sangat urgen terutama untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Kuta Selatan. Dia memastikan, pengolahan lewat SWRO ini akan dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga berdasarkan konsep B to B atau bisnis to bisnis.

Untuk Kuta Selatan, pihaknya hanya memiliki air baku 800 liter per detik, ditambah rencana di Tukad Mati, pihaknya akan mendapatkan tambahan 300 liter per detik. Ini akan disalurkan lewat pipa bawah laut. Pihaknya juga mengoptimalkan Tegehsari yang sekarang sudah berlangsung. Dia berharap, pertengahan Desember, air ini sudah bisa disalurkan lewat bawah laut langsung ke reservoar Ungasan.

Tambahan 300 liter per detik ini, ujarnya, takkan bertahan hingga lima tahun ke depan. Itu akan habis dengan masifnya perkembangan di Badung Selatan. Rencana pembuatan jalan lingkar selatan dipastikan akan membutuhkan air. “Satu-satunya solusi kita adalah SWRO, tak ada solusi yang lain,” tegasnya.

Made Suarsa juga menyampaikan hasil studinya ke Gili Trawangan yang lebih dulu mengolah air laut. Pelanggan SWRO di Gili Trawangan semuanya baru dan pengelolanya pihak ketiga, termasuk pembuatan jaringan. “PDAM di sana hanya mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual,” katanya sembari menambahkan, untuk di Badung kondisinya tidak sama sehingga bentuk kerja samanya pun dipastikan berbeda. (sar)