Ny. Putri Suastini Koster
DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –
Menggelar pos pelayanan terpadu (posyandu) di saat pandemi covid-19 menjadi persoalan di kalangan ibu-ibu PKK. Hal tersebut tercetus saat Ketua TP PKK Bali Ny. Putri SUastini Koster membawakan makalah pada Rapat Telaah (Review) Tengah Tahun Program Bangga Kencana Provinsi Bali Tahun 2020 melalui virtual meeting dari Jayasabha Denpasar, Rabu (9/9/2020).
Salah seorang anggota TP PKK Denpasar Timur pada kesempatan itu menyampaikan persoalan yang dihadapi saat melaksanakan posyandu di masa pandemi covid-19. Menurutnya, walau pandemi, posyandu harus tetap berjalan demi mengetahui perkembangan kesehatan bayi atau anak di bawah lima tahun (balita).
“Persoalannya, posyandu harus berjalan, tetapi dalam pelaksanaannya harus menyentuh bayi baik pada saat menimbang maupun yang lainnya. “Apa yang harus kami lakukan? Posyandu bisa berjalan tetapi tak menyentuh bayi? Adakah kiat yang bisa kami lakukan,” ujar anggota PKK Dentim tersebut kepada Ibu Putri Suastini Koster.
Mendapat pertanyaan seperti ini, pendamping Gubernur Bali ini pun memberikan jawaban yang sangat gamblang. Wanita multitalenta ini dapat memahami kekhawatiran PKK dalam menggelar posyandu mengingat kian ganasnya covid-19 ini, apalagi orang tanpa gejala pun berpeluang menularkannya.
Dengan cekatan, Putri Koster memberikan dua alternatif yang bisa dilakukan dalam menggelar posyandu di masa pandemi. Pertama, pelaksanaan posyandu bisa ditunda untuk menghindari sentuhan pada bayi-bayi itu. Walau posyandu ditunda, asupan gizi bayi harus diperhatikan. “Posyandu bisa ditunda asalkan asupan makanan maupun gizi bayi tetap diperhatikan,” tegasnya.
Kedua, tegasnya, kalau memang harus melakukan posyandu dengan menyentuh bayi saat menimbang dan sebagainya, mau tidak mau protokol kesehatan secara ketat wajib dilakukan. Petugas harus menggunakan masker, penutup wajah, selop tangan termasuk APD secara lengkap. “Ya harus ribet jika posyandu harus dilakukan,” tegas Putri Koster yang juga Ketua Dekranasda Bali tersebut.
Selain itu, petugas juga harus menjalani tes rapid dulu dan memastikan dalam kondisi tidak reaktif atau negatif, termasuk peralatan yang dibutuhkan disemprot dengan disinfektan. “Ini semata-mata untuk mencegah penularan apalagi di kalangan bayi dan anak-anak,” ujarnya.
Dengan segala upaya di atas, Putri Koster meyakini kita akan terbebas dari serangan covid-19. “Cahaya Tuhan juga akan melindungi kita semua,” ujar Putri Koster.
Editor N. Sarmawa









































