Beranda Badung News Gelar Konsolidasi, Perumda Pasar dan Pangan MGS Targetkan Keuntungan Rp 1,3 Miliar...

Gelar Konsolidasi, Perumda Pasar dan Pangan MGS Targetkan Keuntungan Rp 1,3 Miliar pada 2026

bvn/sar

Kompyang Gede Pasek Wedha dan I Made Anjol Wiguna.

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Direksi Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung yang menjabat baru sekitar sebulan tengah melakukan konsolidasi ke dalam terutama di bidang tata kelola manajemen keuangan. Selanjutnya, baru meningkatkan kualitas tata kelola sumber daya manusia (SDM).

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan MGS Kompyang Gede Pasek Wedha saat ditemui di kantornya, Rabu (25/2/2026). “Kami tengah melakukan konsolidasi ke dalam terutama di bidang tata kelola manajemen keuangan,” tegasnya didampingi Direktur Umum I Made Anjol Wiguna.

Selanjutnya barulah pihaknya melihat tata aturan atau batasan-batasan regulasi yang berlaku saat ini. “Di sini banyak hal yang harus kita benahi, banyak hal yang harus disempurnakan,” tegasnya.

Soal rencana ke depannya, ungkap Pasek Wedha, pihaknya harus menyusun rencana bisnis (renbis), ini diterjemahkan dengan rencana kerja anggaran setiap tahunnya. Untuk RKA tahun 2026, pihaknya memasang target profit Rp 1,3 miliar. “Dari target itulah, kami melakukan bisnis. Bisnis yang dilakukan otomatis mengoptimalkan bisnis yang sudah ada,” tegasnya.

Menurutnya, dua bisnis yang sudah ada yakni bisnis pengelolaan pasar (membawahi 9 pasar, red) terdiri atas Pasar Petang, Sembung, Tenten, Kapal, Pasar Kuta 1 dan Kuta 2, Nusa Dua, dan Pasar Beringkit. Khusus di Beringkit ada pasar hewan dan pasar umum.

Secara konsep bisnis, tegasnya, pihaknya mengoptimalkan yang sudah ada, apa yang terjadi di sana, apa permasalahannya. Intinya untuk menarik konsumen atau pedagang untuk mengoptimalkan los-los dan kios-kios yang ada sehingga bisa terisi penuh. “Untuk itu, kita perlu memiliki standardisasi pasar,” tegasnya.

Dia memastikan, kondisi pasar harus bersih, nyaman, aman dan terakhir berusaha memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Barang-barang apa yang sulit didapatkan, Perumda akan berusaha menjadi suplayernya sehingga keberadaan pasar itu menjadi komplit dan terjadi transaksi jual beli antara konsumen dengan pedagang dengan fasilitas baik seperti toilet yang bagus termasuk sarana persampahan, keamanan, dan transaksinya ke depan ke digital untuk mengurangi kebocoran dan efisiensi.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Orangtua Tanamkan Semangat Nasionalisme Sejak Dini

Dalam unit bisnis ini, tegasnya, pihaknya akan berusaha membangun masing-masing pasar punya manajemen tersendiri. Pasar masing-masing akan terlihat memiliki keuntungan atau kerugian.

Bisnis yang lain, Perumda Pasar dan Pangan ada unit penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU), tahun lalu dibangun dan dia berharap RMU ini bekerja secara optimal. Dari RMU ini, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan Food Station, salah satu BUMD yang ada di Jakarta. Harapannya, Perumda Pasar dan Pangan bisa mensuplai beras hingga 500 ton per bulan.

Setelah terjalin secara optimal, baik dari bisnis pasar dan bisnis RMU ini secara optimal berjalan seperti yang diharapkan, ke depannya kita akan melakukan pengembangan-pengembangan bisnis yang lain. Seperti suplai produk ke hotel-hotel. Selain beras bisa berkembang ke produk lainnya seperti telor, ayam, ikan dan lainnya.

Ditanya mengenai mana saja unit-unit usaha di Perumda Pasar dan Pangan MGS yang sudah profit, Pasek Weda menyatakan, sebelumnya masih dilaporkan secara global. Masing-masing unit pasar belum kelihatan mana yang profit dan mana yang merugi. “Ini sedang kami data sehingga kelihatan kondisi masing-masing pasar untuk selanjutnya dilakukan pembenahan dan kendalanya bisa diatasi,” tegasnya.

Terkait pasar yang masih merugi, Pasek Wedha menyatakan, operasionalnya melebihi dari pendapatan atau pemasukan tidak memenuhi target. Untuk itu, pihaknya akan melakukan identifikasi masing-masing pasar apa yang menyebabkan orang tidak mau berjualan atau berbelanja di sana. Apakah tidak bersih, apakah tidak nyaman, apakah kurang aman, atau mungkin tak ada barang yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga tidak tertarik ke sana.

Direktur Umum (Dirum) Perumda Pasar dan pangan MGS Made Anjol Wiguna menambahkan, sebagai pengelola internal untuk menyempurkan dari yang sudah ada, terutama tata kelola SDM. Apakah tiap SDM sudah menempati posisi sesuai dengan kemampuan,” tegasnya.

Baca Juga  Upacara "Pengeruwakan" TOD Sentral Parkir Kuta, Langkah Awal Pembangunan MRT Bali

Pihaknya akan membuat SOP masing-masing bagian, apa pun nanti tata kelolanya sudah bisa men-support program-program yang direncanakan terutama program bisnis yang sudah dicanangkan.

Soal tata kelola keuangan, kata Anjol Wiguna, masih menggunakan tata kelola yang sederhana dan manual. “Ke depan, kita akan kembangkan sistem berbasis digital. Di mana pun bisa diakses, apa yang kita inginkan bsia kita akses di situ, tentu untuk menuju digitalisasi perlu pembenahan-pembenahan di SDM,” ungkapnya. (sar)