Beranda Bali News Indeks Penjualan Ritel Bali Bertumbuh, HBKN Dorong Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global

Indeks Penjualan Ritel Bali Bertumbuh, HBKN Dorong Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global

bvn/hmbi

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Optimisme penjualan eceran di Provinsi Bali pada bulan Maret 2026 masih terus bertumbuh secara tahunan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali 123,8 atau secara tahunan tumbuh 5,1% (yoy), dan masih berada di level optimis (>100). Demikian data yang diperoleh dari Kantor BI Provinsi Bali, Senin (20/4/2026).

IPR Bali secara bulanan turut meningkat 0,5% (mtm) seiring dengan adanya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri. Rangkaian HBKN mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi barang-barang ritel seperti bahan bakar kendaraan bermotor (BBM), pakaian, serta makanan dan minuman.

Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Berdasarkan komponen pembentuknya, enam subsektor pembentuk IPR dengan pertumbuhan bulanan tertinggi ada pada kategori barang lainnya (farmasi, kosmetik, elpiji rumah tangga, dan barang kimia untuk rumah tangga) dengan peningkatan 2,4% (mtm); bahan bakar kendaraan bermotor dengan peningkatan 1,5% (mtm); peralatan informasi dan komunikasi dengan peningkatan 1,5% (mtm); sandang dengan peningkatan 1,2% (mtm); barang budaya dan rekreasi (mainan anak-anak, kertas, karton, alat tulis, alat olahraga, dan alat musik) dengan peningkatan 1,2% (mtm); serta makanan, minuman dan tembakau dengan peningkatan 0,8% (mtm).

Tingkat konsumsi yang tumbuh terkendali tercermin dari inflasi tahunan pada Maret 2026 sebesar 2,81% (yoy). Tingkat inflasi tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia 2,5±1%, dengan target kisaran inflasi berada di antara 1,5% hingga 3,5%.

Data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) berkaitan dengan perkembangan kredit tahunan pada lapangan usaha (LU) perdagangan pada hingga Februari 2026 turut menunjukkan peningkatan 1,46% (yoy).

Baca Juga  Senam Bersama Sunset Sporty Akbar di Lovina, Ny. Putri Koster Ajak Kaum Ibu Energik dan Bersemangat demi Kemajuan NKRI

Berlanjutnya prospek positif penjualan ritel di Bali terlihat dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah. Para responden memperkirakan penjualan dalam 3 bulan yang tercermin dari IEP Mei 2026 sebesar 174, lebih tinggi dari IEP April 2026 sebesar 170. Di sisi lain, prakiraan penjualan dalam 6 bulan ke depan, tepatnya pada Agustus 2026 sebesar 194, lebih tinggi dibandingkan IEP Juli 2026 sebesar 184.

Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100). Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di bulan Maret 2026. Lebih lanjut, pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi BBM untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Lebih lanjut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus mengimplementasikan operasi pasar murah bagi komoditas strategis.

Bank Indonesia Provinsi Bali bersama TPID baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus berupaya untuk menjaga kestabilan harga, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (sar/hmbi)