Beranda Bali News Triwulan I 2026, Harga Properti Komersial di Bali Turun 5,85 Persen

Triwulan I 2026, Harga Properti Komersial di Bali Turun 5,85 Persen

bvn/hmbi

 

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Indeks Harga Properti Komersial Provinsi Bali pada triwulan I 2026 turun sebesar -5,85% (yoy) dan 6,81% (qtq), terkontraksi dibandingkan triwulan IV 2025 yang tumbuh 0,68% (yoy) dan 3,16% (qtq). Turunnya harga properti dipengaruhi oleh penyesuaian harga hotel -6,27% (yoy) dan ritel sewa -0,17% (yoy) di tengah peningkatan harga apartemen sewa dan perkantoran sewa, masing-masing 20,27% (yoy) dan 1,46% (yoy).

Data dari Kantor BI Provinsi Bali yang diterima Baliviralnews.com, Selasa (19/5/2026) menyebutkan, penurunan Indeks Harga Properti Komersial terutama dipengaruhi oleh koreksi harga pada segmen perhotelan seiring meningkatnya tekanan kompetisi dan tingginya sensitivitas harga wisatawan domestik. Turunnya harga properti dipengaruhi oleh faktor seasonal dan penyesuaian harga.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Permintaan Properti Komersial Provinsi Bali pada triwulan I 2026 yang terkontraksi -9,27% (yoy), disebabkan oleh penurunan pada segmen perkantoran sewa -14,91% (yoy), apartemen sewa -5,99%, dan hotel -15,02% (yoy).

Pada segmen perkantoran sewa, permintaan menurun seiring dengan perubahan preferensi penyewa pada penggunaan ruang kerja fleksibel dengan biaya yang lebih efisien. Pada segmen apartemen sewa, penyewa cenderung memilih masa tinggal yang lebih singkat dari 6-12 bulan menjadi 1-2 bulan karena tersedianya pilihan akomodasi lain seperti vila dan resort dengan fasilitas yang beragam.

Sementara itu, permintaan hotel menurun akibat ketimpangan distribusi permintaan antar pelaku usaha di tengah berkurangnya pangsa wisatawan domestik sektor pemerintahan dan wisatawan mancanegara akibat konflik geopolitik. Meski demikian, permintaan ritel sewa tumbuh 13,49% (yoy) seiring dengan masuknya gerai franchise internasional di bidang food and beverages (fnb) dan collectible and hobbies.

Di sisi lain, pasokan properti komersial Bali pada triwulan I 2026 tetap solid tercermin dari Indeks Pasokan Properti Komersial triwulan I 2026 yang meningkat 4,48% (yoy). Peningkatan terjadi pada segmen ritel sewa 10,74% (yoy) dan hotel sebesar 2,35% (yoy).

Baca Juga  Minta OPD Berinovasi, Walikota Jaya Negara Pimpin Rakor Pembangunan dan Pelayanan Kepada Masyarakat

Pada ritel sewa, peningkatan pasokan terjadi karena adanya kegiatan ekspansi oleh responden yang menyasar pada segmen ekonomi kelas atas. Adapun pada segmen hotel, sejumlah responden hotel berbintang tetap melakukan penambahan kamar sebagai strategi jangka panjang untuk mengakomodasi prospek kunjungan wisatawan.

Ke depan, sebagai upaya untuk mendukung pertumbuhan properti komersial yang berkualitas, Bank Indonesia senantiasa mendorong pembiayaan perbankan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Dengan demikian, pasokan dan permintaan properti komersial dapat terjaga sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (sar/hmbi)