Beranda Another Region News Dorong Konsumsi Ikan dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan, PLN dan DKP Bali...

Dorong Konsumsi Ikan dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan, PLN dan DKP Bali Gelar Lomba Masak dengan Kompor Induksi

bvn/hmpln

KOMPOR INDUKSISenior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Bali Damayanti Wahyuningrum (kanan) menyerahkan secara simbolis kompor induksi kepada salah satu peserta Lomba Memasak Serba Ikan pada rangkaian Bali Jagadhita 2026 di Mall Bali Galeria, Sabtu (6/6). 

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mendukung penyelenggaraan Lomba Memasak Serba Ikan dengan Kompor Induksi yang diselenggarakan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali bersama Bank Indonesia dalam rangkaian Bali Jagadhita 2026 di Mall Bali Galeria, Sabtu (6/6). Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak mengenal secara langsung penggunaan kompor induksi sebagai teknologi memasak yang lebih aman, efisien, nyaman, dan ramah lingkungan untuk kebutuhan rumah tangga.

Penggunaan kompor induksi dalam lomba memberikan kesempatan bagi peserta maupun pengunjung untuk merasakan pengalaman memasak dengan teknologi berbasis listrik yang semakin diminati masyarakat. Selain mendukung gaya hidup modern dan pemanfaatan energi yang lebih bersih, kompor induksi juga menawarkan proses memasak yang lebih cepat, panas yang terfokus pada peralatan masak, serta lingkungan dapur yang lebih nyaman.

Pada saat yang sama, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas bagi keluarga. Melalui berbagai kreasi menu yang dihasilkan peserta, masyarakat diajak memahami pentingnya pengolahan ikan yang menarik dan bernilai gizi untuk mendukung kesehatan keluarga serta pencegahan stunting.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Ir. Putu Sumardiana, MP menjelaskan, Lomba Masak Serba Ikan telah diselenggarakan secara konsisten selama empat tahun terakhir melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan PLN.

“Lomba Masak Serba Ikan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana edukasi kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan dan keluarga, mengenai pentingnya pengolahan ikan yang baik agar lebih menarik, bergizi, dan disukai anak-anak. Melalui kegiatan ini kami berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada masyarakat di daerah masing-masing,” ujar Putu Sumardiana.

Baca Juga  Ringankan Beban Masyarakat, Pemprov Beri Diskon Pajak Kendaraan Bermotor

Ia menjelaskan, lomba menghadirkan tiga kategori menu, yakni kudapan, menu balita, dan menu konsumsi keluarga. Pada kategori konsumsi, peserta mengolah ikan tuna sirip biru (bluefin tuna) yang merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan Bali dengan nilai ekonomi tinggi dan telah menembus pasar ekspor.

Lebih lanjut, Putu Sumardiana menyoroti pentingnya peningkatan konsumsi ikan di Bali sebagai upaya mendukung perbaikan gizi masyarakat. Saat ini, konsumsi ikan masyarakat Bali masih berada di kisaran 20,6 kilogram per kapita per tahun, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai sekitar 26,4 kilogram per kapita per tahun.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif mengolah ikan sehingga konsumsi ikan meningkat. Dengan demikian, manfaat gizi ikan dapat dirasakan lebih luas untuk mendukung kualitas kesehatan masyarakat serta membantu upaya pencegahan stunting,” tambahnya.

Selain mendorong peningkatan konsumsi ikan, Putu Sumardiana menilai, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi pemanfaatan energi bersih di tingkat rumah tangga. Menurutnya, penggunaan kompor induksi dalam lomba sejalan dengan upaya Bali mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

“Bali saat ini dikenal mendorong penggunaan energi bersih. Karena itu, aktivitas sehari-hari termasuk memasak perlu mulai memanfaatkan energi listrik yang lebih ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan dan memasyarakatkan penggunaan kompor induksi kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan sebagai pengelola rumah tangga. Harapannya, masyarakat semakin terbiasa menggunakan kompor induksi sehingga manfaat energi bersih dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Putu Sumardiana.

Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Bali, Damayanti Wahyuningrum mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan kompor induksi kepada masyarakat melalui pengalaman langsung pengguna.

Baca Juga  Ketegangan Memuncak, Pansus TRAP Desak PT Jimbaran Hijau Buka Akses Ibadah Warga

“Kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan kompor induksi kepada masyarakat. Melalui pengalaman langsung selama lomba, peserta dan pengunjung dapat melihat sendiri berbagai keunggulan kompor induksi, mulai dari proses memasak yang lebih cepat, tidak menghasilkan panas berlebih di area memasak, serta lebih nyaman digunakan,” ujar Damayanti.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mulai tertarik menggunakan kompor induksi karena menawarkan pengalaman memasak yang praktis sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih modern dan ramah lingkungan.

“Harapannya, ke depan semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan kompor induksi di rumah karena lebih aman, lebih cepat, dan lebih bersih. Dengan pemanfaatan listrik yang semakin optimal untuk kebutuhan rumah tangga, masyarakat juga dapat merasakan kemudahan teknologi yang mendukung aktivitas sehari-hari secara lebih nyaman dan efisien,” tambahnya.

Manfaat penggunaan kompor induksi juga dirasakan langsung oleh para peserta lomba. Salah satu peserta dari Kota Denpasar, Ari Utami dan Aristya, mengaku penggunaan kompor induksi memberikan pengalaman memasak yang lebih nyaman dibandingkan kompor berbahan bakar gas.

“Menurut kami, memasak menggunakan kompor induksi lebih efektif karena panas yang dihasilkan langsung terfokus pada peralatan masak sehingga proses memasak menjadi lebih cepat. Berbeda dengan kompor gas yang panasnya menyebar ke sekeliling, kompor induksi lebih efisien karena energi yang digunakan langsung dimanfaatkan untuk memasak,” ujar Ari Utami.

Mereka juga menilai penggunaan kompor induksi lebih praktis untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. “Selain memasaknya lebih cepat, penggunaan kompor induksi juga terasa lebih nyaman dan bersih. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal dan memanfaatkan kompor induksi untuk aktivitas memasak di rumah,” tambah Aristya.

Selain menyaksikan kompetisi memasak, pengunjung juga memperoleh edukasi mengenai manfaat penggunaan kompor induksi dan pemanfaatan energi listrik yang lebih efisien untuk kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun pola hidup yang lebih sehat melalui peningkatan konsumsi ikan sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Baca Juga  Hadiri Peresmian dan Pembukaan the 17th INDOCRAFT 2020, Putri Koster Gencar Kampanyekan Kain Tenun Bali

Melalui kolaborasi antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Bank Indonesia, PLN UID Bali, dan para pemangku kepentingan lainnya, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi keluarga, pencegahan stunting, serta pemanfaatan teknologi memasak modern yang mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Bali. (sar/hmpln)