bvn/r
FESTIVAL LAYANG-LAYANG – Ketua DPRD Badung yang juga pembina SPB Gusti Anom Gumanti menghadiri pembukaan Festival Layang-layang tahunan Sekeha Pelayang Badung (SPB) Fest #4 di Pantai Mertasari, Denpasar, Sabtu (4/7).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti menghadiri pembukaan Festival Layang-layang tahunan Sekeha Pelayang Badung (SPB) Fest #4 yang digelar di Pantai Mertasari, Denpasar, Sabtu (4/7). Kegiatan yang mengusung tema “Bayu Cita Loka” ini merepresentasikan perjalanan SPB sejak penyelenggaraan festival pertama hingga memasuki tahun keempat.
Acara yang dibuka Bupati Badung Wayan Adi Arnawa tersebut turut dihadiri Pembina Sekeha Pelayang Badung sekaligus anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Yudana, perwakilan Dinas Pariwisata Badung, Ketua Pelangi Denpasar, perwakilan Desa Adat Intaran, Ketua Tim Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung serta para peserta.
Ketua DPRD Kabupaten Badung sekaligus Pembina Sekeha Pelayang Badung I Gusti Anom Gumanti menegaskan, Pemkab Badung berkomitmen mendukung pelestarian budaya layang-layang yang memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai spiritual masyarakat Bali. Dalam tradisi Bali, layang-layang tidak sekadar permainan, tetapi memiliki makna filosofis dan religius yang berkaitan dengan Ida Bhatara Siwa serta Sang Hyang Bayu sebagai simbol kekuatan angin.
“Layang-layang merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga. Generasi muda Bali, khususnya di Kabupaten Badung, jangan sampai melupakan peninggalan para leluhur. Budaya, adat, dan seni merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” ungkap politisi PDI Perjuangan yang berasal dari Kuta tersebut.
Anom Gumanti juga mengenang pengalamannya sebagai pelayang semasa muda dan menyampaikan bahwa perkembangan seni layang-layang Bali saat ini merupakan hasil perjalanan panjang para pelestari budaya terdahulu. Sebagai pembina, Anom Gumanti memastikan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap berbagai kegiatan yang diselenggarakan Sekaa Pelayang Badung agar tradisi tersebut terus berkembang dan diminati generasi muda.
Ketua Sekaa Pelayang Badung sekaligus Ketua Panitia, I Gusti Agung Andra mengatakan, komunitas yang berdiri pada 2023 itu kini menjadi wadah pemuda dari Badung Utara hingga Badung Selatan dalam melestarikan seni layang-layang. “Melalui Sekeha Pelayang Badung, kami berharap generasi muda Bali terus memiliki kepedulian dan semangat menjaga tradisi layang-layang sebagai bagian dari warisan budaya Bali,” katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap SPB Fest #4 juga dinilai sangat tinggi. Pendaftaran peserta yang dibuka sejak 22 Juni mendapat respons di luar perkiraan. Selama dua hari pelaksanaan festival, sebanyak 1.200 layang-layang dijadwalkan akan diterbangkan. “Selain menjadi ajang kompetisi, SPB Fest #4 dapat menjadi ruang kolaborasi komunitas, seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta pemerintah dalam memperkuat identitas budaya Bali sekaligus mendukung sektor pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan,” harap Gung Andra. (sar/r)








































