sar
MODEL – Ny. Putri Suastini Koster berfoto bersama para model yang memperagakan sejumlah produk fashion pada pembukaan pameran UMKM Bali Bangkit, Jumat (4/12/2020).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster tak pernah bosan mengedukasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta industri kecil menengah (IKM) untuk bisa mandiri ke depannya. Hal itu dikemukakannya di sela-sela pembukaan pameran UMKM “Bali Bangkit”, Jumat (4/12/2020) di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar.
Untuk menjadi mandiri, ujar seniman multitalenta tersebut, pelaku UMKM dan IKM tak boleh selalu menuntut fasilitas secara gratis. Caranya, item-item pembiayaan produk seperti bahan baku, pengolahan hingga pemasaran masuk ke dalam ongkos produksi. “Ini semua dijumlah, selanjutnya ditambah berapa persen keuntungan atau margin yang ingin diraih. Inilah yang menjadi harga jual,” tegasnya.

Ny. Putri Suastini Koster
Dengan upaya seperti ini, tegas Putri Koster yang juga Ketua TP PKK Bali ini, dalam waktu tertentu UMKM dan IKM diyakini akan mampu mandiri serta profesional. “Jangan sampai jika tak ada fasilitas gratis, seolah-olah UMKM dan IKM tak bisa bergerak,” ungkap Putri Koster.
Ditanya mengenai pameran UMKM Bali Bangkit, ujar Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) MDA Bali tersebut, saat ini akibat pandemi UMKM sempat tertidur. Karenanya, UMKM perlu dibangunkan untuk selanjutnya bangkit.
Pameran UMKM bertajuk Bali Bangkit ini digelar untuk memberikan ruang bagi UMKM dalam memasarkan produknya. Dia pun berharap semua pihak untuk memberikan informasi bahwa saat ini ada pameran UMKM di Ksirarnawa Denpasar. “Kami pun tetap mengimbau warga masyarakat untuk datang ke lokasi pameran dan membeli produk-produk UMKM Bali yang dijual dengan harga fix (pas),” katanya.
Ditanya apakah tak menampilkan atraksi kesenian untuk menarik minat masyarakat datang ke lokasi pameran, Putri Koster menyatakan tidak akan melakukannya untuk menghindari kerumunan. Pengunjung biarkan seperti air mengalir, tetapi dipastikan tetap ada pengunjung.
Produk yang dijual di pameran kali ini dipastikan produksi perajin di Bali. Harga yang diberikan pas, tidak ada tawar-menawar lagi, namun dipastikan tetap bersaing dari produk sejenis. Pameran akan berlangsung sejak 4-31 Desember dibagi menjadi dua kelompok UMKM.
Editor N. Sarmawa









































