Beranda Berita Utama Sasar Empat Pasar Rakyat, Tim Monev Disperindag Denpasar Pantau Harga Bahan Pokok

Sasar Empat Pasar Rakyat, Tim Monev Disperindag Denpasar Pantau Harga Bahan Pokok

ist

BAHAN POKOK – Pelaksanaan monitoring dan evaluasi harga bahan pokok di empat pasar rakyat Kota Denpasar, Kamis (4/2).

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Sebagai upaya untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok dan bahan penting di pasaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar melakukan monitoring harga bahan kebutuhan pokok di empat pasar rakyat di Kota Denpasar pada Kamis (4/2). Adapun keempatnya yakni Pasar Badung, Pasar Kereneng, Pasar Phula Kerti dan Pasar Agung.

Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, S.Sos., M.Si. bersama Kepala Bidang Metrologi dan Tertib Niaga, Putu Gede Sukadana, S.E. yang memimpin pelaksanaan monitoring mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui stabilitas harga kebutuhan pokok, pendistribusian dan ketersediaan.

Sri Utari mengatakan, Tim Monev Disperindag Kota Denpasar rutin melakukan monitoring harga setiap minggu dua kali yakni Senin dan Kamis di seluruh pasar rakyat di Kota Denpasar. Dengan cara itu diharapkan tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok yang melonjak menjelang hari raya keagamaan.

Maka dari itu monitoring ini rutin dilaksanakan di seluruh pasar rakyat di Kota Denpasar. Hal itu harus dilakukan mengingat menjelang hari raya termasuk awal tahun biasanya bahan harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

Adapun dari hasil monitoring dapat dilaporkan bahwa harga cabai merah besar mengalami kenaikan harga. Sebelumnya dijual dengan harga rata-rata Rp 37.000/kg, hari ini dijual dengan harga rata-rata Rp 40.250/Kg. Naik sebesar Rp 3.250/kg atau sebesar 8,78%.

Sementara itu, komoditas cabai merah kecil sebelumnya harga jual rata-rata Rp71.250/kg, hari ini dijual dengan harga rata-rata Rp68.750/kg. Harga tersebut turun Rp 2.500/kg atau 3,51%. Komoditas daging ayam broiler harga jual sebelumnya Rp 34.000/kg, hari ini dijual dengan harga rata-rata Rp 33.500/kg, turun Rp 500/kg atau 1,47%.

Baca Juga  Pemprov Bali Ambil Langkah Strategis Dalam Percepatan Vaksinasi PMK

Menurut Sri Utari, beberapa bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan itu dikarenakan stoknya terbatas. “Meskipun demikian, kenaikan kali ini tidak begitu melonjak dan masih bisa dijangkau masyarakat. Agar tidak mengalami kenaikan yang melonjak kami akan terus melakukan pemantuan,” ungkapnya

Editor Wes Arimbawa