sar
Kepala KPw Bali Trisno Nugroho.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Jika mengalami kontraksi 3 tahun berturut-turut, Bali dipastikan akan mengalami resesi. Karena itu, semua pihak diharapkan bekerja keras agar jangan sampai tahun ketiga (2022, red) ini, ekonomi Bali kontraksi lagi.
Hal itu diungkapkan Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho saat memberi sambutan pada Vaksinasi Booster yang digelar di BI Bali bilangan Renon Denpasar, Kamis (20/1/2022). “Kami tidak ingin Bali mengalami resesi. Karena itu, semua pihak harus bekerja keras agar ekonomi Bali tumbuh positif,” tegasnya.
Lantas apa yang harus dilakukan? Menurut Trisno Nugroho, pada 2022 ini kita ingin bersama-sama melakukan sesuatu. Salah satunya bagaimana memacu kunjungan wisatawan Nusantara di Bali naik. “Kita bisa melakukan pemasaran marketing ke Jawa, Sumatera atau tempa- tempat lain yang merupakan simpul wisnus.
Selain itu, ujarnya, ada 11 juta masyarakat Indonesia yang berwisata ke luar negeri. Sekarang ini mereka masih di Jakarta, di Jawa, dan di Sulawesi. “Kalau bisa itu yang harus kita tariklah,” tegasnya.
Kalau separonya saja atau sekitar 5 juta saja bisa ke Bali, tegas Trisno Nugroho, bisa menutup sambil menunggu wisman yang saat ini tengah dipertimbangkan oleh pemerintah. “Saya kira semua ingin di 2022 pertumbuhan ekonomi Bali positif di quarter I,” ujarnya.
Namun dengan adanya begini, semua pasti agak grogi. Namun kita harus tetap semangat untuk mendatangkan wisnus ke Bali lebih banyak. Pertumbuhan posiitf di quarter I penting sekali menghindari tiga tahun mengalami kontraksi. Kita ingin 2022 terus Bali mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif.
Apakah di luar sektor pariwisayta masih memungkinkan munculnya pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut? Menurut Trisno Nugroho, ada dua yakni jangka pendek dan jangka panjang. Kalau di luar pariwisata pasti akan menengah panjang. Tidak bisa pertanian langsung membuat pertumbuhan menjadi positif.
Karena itu, pariwisata masih tetap menjadi main ekonomi. Minimal wisnus didorong untuk bisa berkunjung ke Bali. Ini didukung oleh prokes Bali yang sudah cukup baik. Selan itu, Bali harus mendorong kementerian atau dinas-dinas melakukan pertemuan di Bali. Ada dari Mahkamah Agung 800 orang datang ke Bali dari seluruh Indonesia. Kalau ini bisa diikuti oleh kementerian lain, work from Bali, pertemuan-pertemuan kementerian di Bali saja dululah sehingga Bali bisa terus aktif. “Hari kemarin ada 8.900-an yang datang, mudah2an di atas 8.000 kemudian 9.000 dan terus naik. Genjot terus agar tetap 8.000- 9.000. Kalau bisa 20.000 di quarter I bisa tercapai,” katanya.
Jika resesi itu muncul, apa dampaknya bagi Bali? Menurut Trisno Nugroho, ekonomi turun. Masyarakat juga tentunya tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dan sebagainya. Ekonomi turun, pekerjaan gak ada. “Sejak awal Januari kita sama-sama mengingatkan jangan sampai itu terjadi. Kita sama-sama semangat untuk mendorong agar ekonomi Bali bisa bangkit lagi,” ungkap pejabat yang suka pantun tersebut. (sar/bvn)









































