Beranda Berita Utama SHU dan Aset Lewati Target, KSU Kertasari Sedana Gelar RAT Tahun Buku...

SHU dan Aset Lewati Target, KSU Kertasari Sedana Gelar RAT Tahun Buku 2021

ist

RAT KSS – RAT Koperasi Kertasari Sedana (KSS) yang digelar di wantilan Pura Puseh Desa Adat Peguyangan, Minggu (30/1/2022).

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Walau masih di tengah pandemi covid-19, capaian aset dan sisa hasil usaha (SHU) tahun buku 2021 Koperasi Serba Usaha (KSU) Kertasari Sedana berhasil melampaui target. Hal tersebut terungkap saat rapat anggota tahunan (RAT) KSU bentukan Banjar Kertasari, Kelurahan Peguyangan tersebut, Minggu (30/1/2022) di wantilan Pura Puseh Desa Adat Peguyangan Denpasar.

Di hadapan Kabid Bina Usaha Koperasi Diskop dan UKM Kota Denpasar Made Astiani dan ratusan anggotanya, Ketua KSU Kertasari Sedana Ketut Serinama didampingi Ketua Dewan Pengawas Gusti Ngurah Puja memaparkan, dari target Rp 8,058 miliar, realisasi aset menembus Rp 9,155 miliar. “Capaian aset 113,61 persen,” tegasnya.

Rinciannya, kas dan bank Rp 1,040 miliar, pinjaman yang tersalur Rp 7,739 miliar, piutang PPOB Rp 46,987 juta, perlengkapan kantor Rp 8,134 juta, inventaris Rp 180,559 juta, dan aset lainnya Rp 140,063 juta. Total aset mencapai Rp 9,155 miliar.

Ketua KSU KSS Ketut Serinama

Sementara untuk SHU, katanya, target yang dipasang pada 2021 berjumlah Rp 220,982 juta. Realisasinya mencapai Rp 226,375 juta. “SHU bersih yang diperoleh mencapai 102,44 persen.

Dari aset di atas, ujar Serinama, keuntungan kotor yang berhasil diraup mencapai Rp 1,262 miliar. Capaian ini hanya 94,03 persen dari target yang besarnya mencapai Rp 1,342 miliar. Pendapatan ini diperoleh dari sejumlah unit usaha yang dikelola yakni hasil bunga mencapai Rp980,325 juta, administrasi pinjaman Rp 114,164 juta, provisi pinjaman Rp 44,240 juta, jasa kelola sampah Rp34,754 juta, unit usaha toko Rp 3,739 juta, unit usaha garase Rp 27,250 juta, dan pendapatan lainnya Rp57,666 juta.

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Jangan Malu Gunakan Bahasa Bali

Pendapatan ini harus dikurangi dengan biaya-biaya yang besarnya mencapai Rp 1,029 miliar. Biaya-biaya itu meliputi biaya bunga Rp 549,905 juta, biaya kantor Rp 205,853 juta, biaya pegawai Rp 199,552 juta, biaya penyusutan Rp28,209 juta, dan biaya umum Rp 46,175 juta. “SHU diperoleh dari pendapatan kotor dikurangi biaya-biaya yang harus dikeluarkan. SHU untuk tahun buku 2021 mencapai Rp 226,375 juta,” tegasnya.

Terungkap juga, rencana kerja (RK) yang akan dilakukan pada 2022 ini. Selain menambah anggota, KSU juga akan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi usaha. Intensifikasi dengan memaksimalkan unit-unit usaha yang sudah dikelola, sementara ekstensifikasi akan menyasar beberapa unit usaha yang berpeluang digarap seperti usaha perbengkelan.

RAT ditutup dengan pengundian door prize yang memperebutkan sejumlah hadiah menarik. Selain puluhan hadiah hiburan, KSU juga menyediakan tiga hadiah utama berupa kompor gas, almari es, serta mesin cuci. (sar/bvn)