bvn/sar
SEMINAR NASIONAL – Suasana seminar nasional BI Bali bertema Peran UMKM Dalam perekonomian Indonesia di aula Poltekkes Denpasar, Sabtu (10/6/2023).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bekerja sama dengan Komisi XI DPR RI dan Poltekkes Kemenkes Denpasar, Sabtu (10/6/2023) menggelar seminar nasional dengan mengusung tema “Peran UMKM Dalam Perekonomian Indonesia”. Acara yang digelar di auditorium Poltekkes di bilangan Sidakarya Denpasar Selatan tersebut menampilkan tiga narasumber yakni anggota Komisi XI DPR RI Gusti Agung Rai Wirajaya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gusti Agung Diah Utari, dan salah satu dosen Poltekkes Denpasar Ida Ayu Made Sri Arjani.
Acara ini dihadiri ratusan peserta yang berasal dari mahasiswa Poltekkes Denpasar dari berbagai jurusan. Kegiatan ini merupakan program edukasi publik (PEB) Bank Indonesia untuk memberikan gambaran mengenai peluang dan peran UMKM dalam perekonomian Indonesia.
Anggota Komisi XI DPR RI Gusti Agung Rai Wirajaya menyebutkan, saat ini usaha mikro kecil menengah dan kecil (UMKM) sudah tumbuh dengan baik. DPR RI sebagai lembaga yang memiliki tugas di bidang legislasi, budgeting (anggaran) dan pengawasan, senantiasa mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM lewat regulasi seperti mendorong hadirnya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan UMi.
“Kedua skim kredit ini bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk mendukung dari sisi permodalan, bahkan untuk KUR bisa memberikan kredit hingga Rp 5 miliar,” tegas politisi PDI Perjuangan asal Peguyangan, Denpasar Utara tersebut sembari menegaskan, banyaknya pelaku UMKM akan memperkuat eksistensi sebuah negara.
Selain itu, tegasnya, sebagai mitra BI, terlibat dalam menekan angka inflasi lewat lembaga Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Inflasi, tegasnya, harus dikendalikan. “Jika inflasi di atas dua digit, dipastikan negara akan mengalami resesi,” tegasnya lagi.
Untuk tujuan ini, ujarnya, BI pun terjun langsung untuk pengembangan UMKM pangan. Misalnya bagaimana budi daya cabai serta bawang yang sangat mempengaruhi angka inflasi di suatu daerah. BI juga mendukung UMKM lainnya seperti di sektor peternakan untuk suplai daging baik sapi maupun babi yang rentan mendongkrak angka inflasi.
Selanjutnya Deputi Kepala KPw BI Bali Gusti Agung Diah Utari menjelaskan secara umum mengenai pertumbuhan ekonomi Bali. Pada triwulan I tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Bali sudah bisa mencapai 6,04 persen. Angka ini di atas rata-rata nasional yang hanya 5 persen.
Utari menjelaskan, UMKM berkontribusi 100 persen dari jumlah unit usaha perekonomian, sementara kontribusinya di sektor tenaga kerja mencapai 96 persen. Jumlah usaha mikro di Indonesia sangat besar, namun dia menyatakan banyak di antara usaha mikro ini belum memiliki akses perbankan. “Salah satu syaratnya, semua transaksi harus tercatat baik dan BI kini menyiapkan fasilitas QRIS yang bisa mencatat semua transaksi yang terjadi,” katanya.
Senada dengan Rai Wirajaya, Diah Utari juga menyatakan BI sangat mendorong UMKM di sektor pangan untuk mencegah melonjaknya inflasi. “Misalnya UMKM di sektor holtikultura dan peternakan karena sangat terkait dengan inflasi daerah,” ungkapnya.
Perhatian juga diberikan kepada pelaku UMKM yang produksinya menyasar pangsa ekspor. Dengan adanya produk-produk berorientasi ekspor, tegasnya, dipastikan akan membantu mengurangi defisit neraca pembayaran. UMKM di sektor ekspor di antaranya petani kopi, aneka produk kerajinan, perikanan, dan produk-produk pendukung pariwisata. “Beberapa di antaranya menjadi binaan Bank Indonesia,” ungkapnya lagi.
Sementara Ida Ayu Made Sri Arjani, dosen Poltekkes Denpasar memberikan kesaksian bahwa sektor UMKM memberikan peluang dan kesempatan bagi warga masyarakat terutama di era digital saat ini. “Dengan fasilitas media sosial, UMKM mampu menawarkan produknya hanya dari rumah,” ungkapnya.
Walau menjadi dosen di Poltekkes, Sri Arjani mengaku memiliki usaha sampingan yakni salon kecantikan yang bergerak di perawatan kulit, rambut, serta tata rias. “Sektor UMKM yang digeluti dipastikan mampu mendukung perekonomian keluarga sehingga sektor UMKM bisa menjadi alternatif untuk digeluti,” tegasnya. (sar)







































