Bupati Nyoman Giri Prasta
Mangupura (Bisnis Bali) –
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta tetap optimis mampu melaksanakan sejumlah program yang telah dirancang pada 2020 ini. Walau di tengah pandemi covid yang menyebabkan pendapatan daerah merosot tajam, program prorakyat seperti tunjangan bagi warga usia lanjut (lansia) dan tunjangan penunggu pasien masih tetap jalan.
Saat ditemui seusai rapat paripurna di DPRD Badung, Selasa (28/7) kemarin, Giri Prasta menyatakan program-program yang dirancang dipastikan jalan. “Kami tak berpanjang-panjang, cukup CGT (cenik gae to-red),” ujarnya.
Menurut Giri Prasta, sejumlah program populer seperti tunjangan lansia dan tunjangan penunggu pasien dipastikan jalan. Hal ini bukanlah persoalan besar. Yang sekarang menjadi atensinya adalah program infrastukrutr yang dibutuhkan masyarakat.
Program ini tetap bisa berjalan, katanya, karena proteksi pengelolaan keuangan dilakukan secara baik. Terkait ini, bupati asal Pelaga Petang tersebut mengaku siap dikritik. “Selaku pemimpin kami beda. Kami mau mendengar hal-hal yang tak ingin kami dengar. Ini untuk evaluasi. Kami pun siap melakukan kebijakan out the box,” ujarnya.
Ditanya mengenai realisasi pendapatan hingga saat ini, Giri Prasta menyatakan Rp1,3 triliun dari Rp2,6 triliun. “Hingga kini baru Rp1,3 triliun dari target Rp2,6 triliun,” ujarnya.
Apakah mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Badung? Giri Prasta kembali menyatakan ikan lele ikan mujair. Tak bertele-teleh pasti cair.
Soal adanya kesan program lambat seperti di kalangan PNS, Giri Prasta menampiknya. “Bukan lambat, kami harus tahu anatomi APBD dengan utuh. Mana kepala, mana kaki, mana badan, dan mana tangan. Dengan begitu, tak ada masalah hukum,” tegasnya.
Selain itu, Giri Prasta menyatakan tak mau memberikan sesuatu yang semu kepada masyarakat. Secara ksatria, apa yang pernah dijanjikan, itu pasti akan dilaksanakan. “Apa yang kami janjikan dan tidak kami laksanakan,” ujarnya bernada tanya.
#humasbadung
Editor Devi Karuna








































