Beranda Badung News Anom Gumanti Pimpin Rapat Paripurna DPRD Badung, Dengarkan Jawaban Pemerintah Terhadap Ranperda...

Anom Gumanti Pimpin Rapat Paripurna DPRD Badung, Dengarkan Jawaban Pemerintah Terhadap Ranperda Perubahan APBD 2025 dan KUA PPAS Badung 2026

bvn/sar

BERI KETERANGAN – Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti memberi keterangan pers usai memimpin rapat paripurna untuk mendengarkan jawaban pemerintah, Kamis (14/8/2025).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti SH, memimpin rapat paripurna DPRD Badung, Kamis (14/8/2025). Rapat paripurna tersebut dengan agenda mendengarkan jawaban pemerintah (Bupati, red) terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Badung 2025 dan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Badung tahun 2026.

Saat memimpin rapat paripurna, Gusti Anom Gumanti didampingi dua wakilnya yakni AA Ngurah Ketut Agus Nadhi Putra dan Made Wijaya, serta mayoritas anggota Dewan. Rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Sekda IB Surya Suamba serta pimpinan OPD di lingkup Pemkab Badung, serta undangan lainnya.

Ditanya usai memimpin rapat paripurna, Gusti Anom Gumanti menyatakan, rapat paripurna kali ini mendengarkan jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi. “Tadi sudah sangat jelas, apa yang menjadi saran dan tanggapan sudah dijawab. Sebagian besar menyangkut cara penanganan sampah,” ujar politisi PDI Perjuangan Dapil Kuta tersebut.

Menurut Anom Gumanti, Bupati sudah menjelaskan bahwa penanganan sampah sudah ada skemanya yang lebih taktis lagi agar masalah sampah bisa cepat selesai. Anom Gumanti juga mengingatkan bahwa belum nanti kita akan menghadapi situasi kondisi angin Barat.

“Sebentar lagi akan ada angin Barat dan kami dari Dewan tetap mendorong supaya juga diperhitungkan mulai sekarang. Angin Barat datang seperti biasanya akan mendatangkan sampah terutama di wilayah-wilayah pesisir yang kita miliki,” tegasnya.

Hal ini sudah terjadi setiap tahun sehingga perlu dipikirkan dari sekarang. Ketika itu terjadi lagi, sudah ada penanganan yang taktis untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Apa yang kami analisis dari jawaban itu, kalau itu bisa berjalan, masalah sampah ini di Badung bisa dikurangi,” tegasnya.

Baca Juga  Bali Teratas Dalam Indeks Keterbukaan Informasi Publik Secara Nasional

Dia juga berharap, sentral dari semua itu ada di wilayah Mengwi. Sementara kalau di daerah pariwisata resistensinya sangat tinggi, tapi kan sudah ada TPST, TPS3R. Yang belum punya bisa dimerger saja dulu. Selanjutnya, ini perlu dilakukan kerja sama sesuai dengan perda dari Provinsi Bali bahwa berbasis sumber itu di desa adat sehingga perlu ada kerja sama atau komunikasi dengan desa adat.

:Apakah nanti bentuknya teba modern atau seperti apa nanti. Yang jelas di wilayah utara, Badung Utara, teba modern ini sangat efektif. Namun di daerah Selatan di perumahan itu perlu dipikirkan tetapi sudah ada incenerator dan memaksimalkan TPST dan TPS3R yang ada di wilayah Badung,” ungkapnya. (sar)