Beranda Bali News Antisipasi Lonjakan Harga, Operasi Pasar pun Digelar

Antisipasi Lonjakan Harga, Operasi Pasar pun Digelar

ist

OPERASI PASAR – Suasana operasi pasar yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali untuk mengantisipasi kenaikan harga-harga kebutuhan menjelang hari raya Idulfitri yang akan datang.

 

 

DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali bersama stakeholder secara rutin menggelar operasi pasar (OP) di seluruh Kabupaten/Kota se- Bali. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Lebaran mendatang. Ir. I Nyoman Suarta, MSi., Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, mengatakan sejauh ini harga kebutuhan pokok di Bali dapat dikendalikan, kecuali harga bawang putih yang masih cukup tinggi meski sudah jauh lebih rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Nyoman Suarta memaparkan pada bulan puasa ini, harga bawang merah yang sebelumnya sempat berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram sudah dapat dikendalikan. “Sekarang harga bawang merah Rp27 ribu per kilogram di tingkat eceran di pasar. Tapi bawang putih memang masih cukup tinggi yaitu Rp50 ribu per kilogram,” paparnya Jumat (10/5) di kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Denpasar. Sementara harga kebutuhan pokok lainnya dapat dikendalikan dan tidak terjadi lonjakan.
Dikatakan harga bawang putih tersebut jauh dibawah harga di daerah lain yang bisa mencapai Rp85 ribu. Hal tersebut diakui sangat tergantung pada proses distribusi. “Bawang putih yang masuk adalah produk impor. Namun karena memang produksi bawang putih di Bali sangat minim, maka bawang putih selalu datang dari luar baik dari luar daerah ataupun impor,” ungkapnya.
Meski demikian, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga akibat permainkan para pengepul maka pihaknya bersama stakholder baik kerjasama dengan Bulog, Dinas Perdagangan rutin melakukan OP bergilir di tiap kabupaten/kota. Untuk di provinsi akan dilaksanakan pada Minggu (12/5) di lapangan Renon Denpasar, bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali.
“Biasanya menjelang hari raya harga cabai juga mengalami lonjakan, tapi  dengan program KRPL  (Kawasan Rumah Pangan Lestari) yang mewajibkan menanam cabai di masing-masing rumah tangga saat ini harga cabai saat ini terkendali,” tukasnya.
Apalagi saat rakorwil TPID terungkap bahwa kondisi sembako di Bali Nusra masih dalam titik aman. “Apalagi di Bali dengan program LUPM ( Lumbung Pangan Masyarakat)  maka pemerintah memastikan konsumen memperoleh beras dengan harga murah sedangkan petani memperoleh harga tinggi. Dengan memangkas jalur distribusi dari petani langsung ke konsumen, maka harga dipasaran dapat ditekan dan petani bisa mendapatkan harga lebih baik,” tandasnya.
Saat ini baru terbentuk LUPM beras saja, sehingga kedepan Suarta berharap Dinas Ketahanan Pangan Bali, dapat membentuk LUPM Bawang, LUPM daging dan LUPM telur. Dengan demikian harga kebutuhan pokok tersebut dapat dikendalikan, tidak seperti saat ini yang kerap mengalami lonjakan saat menjelang hari raya.
Edited by Wes Arimbawa
Baca Juga  Serangkaian Bulan Bung Karno IV Tahun 2022, Ny. Putri Koster Buka Lomba Desain dan Peragaan Busana Adat Kerja ke Kantor