bvn/sar
RAPAT PENGAWASAN – Ketua Komisi IV DPRD badung Nyoman Graha Wicaksana memimpin rapat pengawasan dengan manajemen RSD Mangusada terkait keluhan pelayanan, Rabu (26/8/2026).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Komisi IV DPRD Badung memanggil dan menggelar rapat kerja (raker) dengan manajemen Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada. Pemanggilan ini digelar terkait adanya sejumlah keluhan pelayanan di RSD yang berlokasi di Kelurahan Kapal tersebut.
Raker dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana didampingi sejumlah anggotanya seperti Made Suwardana, Nyoman Sudana, Putu Sekarini, dan Joni Pergawa. Selain manajemen RSD Mangusada seperti Direktur Wayan Darta dan sejumlah wakil direkturnya, hadir juga Kadis Kesehatan Badung dr. Bagus Padma Puspita dan Kepala BPKAD Badung Ketut Wisuda.
Usai raker, Ketua Komisi IV DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana mengungkapkan, ini merupakan rapat pengawasan terkait adanya keluhan yang berhubungan dengan pelayanan. “Ada pasien yang akan menjalani operasi tetapi tertunda karena ada mis-pengertian atau miskomunikasi terhadap pengenaan Program Mantap Nak Badung,” ujar politisi PDI Perjuangan dari Kuta tersebut.
Menurutnya, Bupati dan Wabup Badung membuat Program Mantap Nak Badung. Program ini, tegasnya, meng-cover kasus-kasus penyakit yang tidak terlayani di BPJS Kesehatan seperti jatuh, cuci darah, pasien kanker dan sebagainya. “Yang tidak terlayani di BPJS, ya di-cover oleh program Mantap Nak Badung,” tegasnya lagi.
Pihaknya mengharapkan supaya seluruh komponen di bidang kesehatan bisa melaksanakan dan mengimplementasikan program ini dengan baik. Tidak ada mispemahaman. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat khususnya masyarakat Badung bisa terlayani dengan baik.
“Bagaimana pun, rumah sakit ini merupakan wajah depan dari pelayanan Pemkab Badung terhadap masyarakat. Ketika pelayanan kesehatan baik, masyarakat jadi sangat puas,” ungkapnya lagi.
Program Mantap Nak Badung, ujarnya, merupakan program baru yang lama. Program ini merupakan produk yang hampir sama dengan program Krama Badung Sehat (KBS) yang terdahulu. Jadi hampir sama tetapi kita berharap dari pihak manajemen tetap mensosialisasikan.
Ketika masyarakat sudah masuk ke UGD, katanya, prioritaskan pelayanan kepada masyarakat. Rumah sakit pemerintah yang harus memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.
Rapat pengawasan ini, ungkapnya, bisa dimasukkan sebagai teguran untuk melakukan perbaikan pelayanan. “Kami dari Komisi IV akan berkomitmen mewujudkan bagaimana RSD Mangusada ini bisa memberikan pelayanan terbaiklah,” ujarnya.
Solusi kongkret yang diberikan kepada RSD, ujar Graha Wicaksana, terkait implementasi program Mantap Nak Badung, pihaknya minta jajaran direksi mengaktifkan lagi, membuat des untuk pemahaman terhadap aparat yang terbawah. Harapannya, dengan adanya sosialisasi dan pemahaman di aparat pelayanan terbawah tidak terjadi lagi miskomunikasi.
Terhadap poliklinik yang daftar antreannya terlalu panjang, pihaknya berharap supaya pihak manajemen merancang atau membuka pelayanan di Hari Sabtu dan Minggu, termasuk pelayanan di sore hari.
Terkait kurang maksimalnya pelayanan di RSD, katanya, ada kemungkinan ini baru indikasi karena dokter di RSD Mangusada itu juga memberikan layanan di RS swasta. “Ini yang perlu kita pahami lebih dalam dan mendapatkan atensi oleh Dewan Pengawas,” katanya.
Setelah melakukan rapat pengawasan dengan RSD Mangusada, Komisi IV DPRD Badung melanjutkan rapat pengawasan dengan RS Kasih Ibu masih terkait keluhan pelayanan, serta rapat terakhir digelar dengan manajemen Hotel The Westin terkait dugaan harassment terhadap pekerja atas nama Wayan Sudana. (sar)









































