Beranda Badung News Bahas Kinerja, Komisi III DPRD Badung Gelar Raker dengan Perumda Air Minum...

Bahas Kinerja, Komisi III DPRD Badung Gelar Raker dengan Perumda Air Minum Tirta Mangutama

ist

RAKER – Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata didampingi Nyoman Satria saat memimpin raker  dengan direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Selasa (4/5/2021).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Komisi III DPRD Badung, Selasa (4/5/2021) menggelar rapat kerja dengan Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung. Raker ini lebih banyak membahas soal kinerja Perumda terutama di tengah pandemi covid-19.

Raker dipimpin Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata didampingi Nyoman Satria dan sejumlah anggota lainnya seperti Wayan Sandra, Made Retha, Made Suryananda Pramana, dan Made Yudana. Direksi Perumda yakni Dirut Wayan Suyasa, Dirtek Made Suarsa, dan Dirum Made Sugita kompak hadir. Selain itu, hadir juga Dewan Pengawas Nyoman Tirta.

Hal pertama yang menjadi pokok bahasan menyangkut kerugian yang dialami Perumda pada 2020 yang lalu hingga Rp 13 miliar lebih. “Pada tahun ini, apa yang harus dilakukan sehingga kerugian ini tak terjadi lagi,” ujar Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata saat membuka raker tersebut.

Jika tetap rugi, ujar Alit Yandinata, pengelolaan air minum lebih baik dikerjasamakan dengan pihak ketiga saja. Hal ini karena kerja sama dengan pihak ketiga yakni PT Tirta Arta Buana Mulia beberapa tahun lalu, PDAM Badung saat itu memperoleh keuntungan yang cukup besar. “Kami minta langkah-langkah apa yang akan diambil untuk tidak lagi terjadi kerugian,” tegas politisi asal Abiansemal tersebut.

Anggota lainnya Nyoman Satria lebih banyak menyoroti perpindahan kantor Perumda dari Kota Denpasar ke wilayah Badung yang tak kunjung terealisasi. “Kami minta dibuat detailnya kapan bisa pindah ke wilayah Badung atau apa kendala yang dialami selama ini,” tegasnya.

Baca Juga  Puspa Negara: Persetujuan Hibah Tanah Pura Dalem Gulingan Gede Perlu Verifikasi Lapangan

Selain soal perpindahan kantor, pemilik 21.000 lebih suara pada pileg yang lalu tersebut, menyoroti soal kinerja direksi, dewan pengawas, termasuk karyawan. “Kami minta Perumda mulai menerapkan teknologi dalam hal kinerja ini. Apa tugas seorang karyawan termasuk berapa lama harus dikerjakan itu sudah bisa lewat IT seperti sudah diterapkan di PDAM Batam. Kami berharap direksi memiliki catatan kinerja terhadap seluruh karyawan,” katanya.

Selanjutnya ketika karyawan tak mampu mengerjakan tugasnya, katanya, tentu akan terkait dengan penghargaan maupun tunjangan yang diperoleh. “Kalau mampu mengerjakan setengahnya, mungkin tunjangan yang diterima setengahnya saja,” tegasnya.

Sementara itu, anggota lainnya Wayan Sandra mengapresiasi direksi Perumda yang sudah sangat kompak. Harapannya, tak ada lagi kelompok-kelompok kecil di Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung. Sandra berharap, PDAM Badung mampu meningkatkan kinerja dari sebelumnya. “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan besok harus lebh baik dari hari ini,” ujar politisi asal Dawas Kuta Utara tersebut.

Sandra mengingatkan, saat ada kerja sama dengan pihak ketiga pendapatan Badung justru lebih tinggi. Kenapa di saat dikelola sendiri, malah turun. “Walau ada misi sosialnya, tingkatkan pendapatan PDAM,” ujarnya sembari mencontohkan tingkat kebocoran air harus bisa ditekan seminimal mungkin.

Catatan-catatan juga banyak diberikan oleh anggota lainnya yakni Made Suryananda Pramana, Made Reta dan Made Yudana. Suryananda minta PDAM menganalisis permasalahan terlebih dahulu untuk mencari jalan keluar dan pemecahannya. Sementara Made Yudana meminta direksi bisa mengendalikan perumda dengan baik sehingga tak lagi mengalami kerugian.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa mengucapkan terima kasih atas dukungan anggota Dewan khususnya Komisi III DPRD Badung. “Dukungan ini kami jadikan penyemangat untuk bisa mengelola dengan lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga  Irigasi Rusak Akibat Ulah Investor, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Terkait dengan upaya-upaya untuk menekan kerugian, pihaknya sudah mengambil beberapa langkah. Di antaranya menekan angka kebocoran air. “Jika sebelumnya di angka 46 persen, kini kebocoran bisa ditekan di angka 41 persen,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya menertibkan watermeter yang tercatat 0 sampai 13.000 pelanggan. “Ini kami tertibkan apakah memang tak menggunakan air atau kran mengalir tetapi watermeter tak berjalan,” tegasnya.

Secara keseluruhan, Suyasa menyatakan, dari 76.000 pelanggan Perumda, 10.000 pelanggan merupakan golongan niaga dan bisnis dengan tarif komersial. “10.000 pelanggan yang berasal dari sektor pariwisata seperti hotel dan restoran ini mampu mensubsidi 66.000 pelanggan dari kalangan rumah tangga. Ketika pandemi saat ini, hotel dan restoran nyaris tak beroperasi, PDAM kehilangan pendapatan dari pelanggan potensial ini,” katanya.

Terkait perpindahan kantor ke wilayah Badung, Suyasa memastikannya. Saat ini, pihaknya tengah menghitung aset gedung yang ada di Denpasar. “Kami harus berhitung apakah aset ini dijual atau ditukar guling,” ujarnya sembari menambahkan, untuk hal ini pihaknya akan meminta masukan dari Dewan.

Demikian juga dengan penerapan IT untuk mendukung kinerja. “Ini sudah kami rancang dan rintis, termasuk pembuatan sejumlah aplikasi untuk mendukung kinerja Perumda Air Minum Tirta Mangutama ke depannya,” katanya.

Editor N. Sarmawa