Beranda Badung News Bangun Balai Banjar, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Audiensi Pengurus Banjar...

Bangun Balai Banjar, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Audiensi Pengurus Banjar Blubuh Sari Dalung Permai

bvn/sar

BLUBUH SARI – Ketua DPRD Badung Putu Parwata menerima audiensi pengurus Banjar Bluhbuh Sari Dalung Permai, Senin (20/2/2023).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Senin (20/2/2023) menerima audiensi pengurus Banjar Blubuh Sari Dalung Permai. Pengurus memohon bantuan dan fasilitasi terkait akan membangun balai banjar yang saat ini kondisinya sudah cukup memprihatinkan karena dimakan usia.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Lingkungan Banjar Blubuh Sari I Gusti Ngurah Ketut Nala didampingi Sekretaris I Nyoman Budi Artawan, perwakilan PKK Sang Ayu Made Srihati, Kelian Tempek Dewa Jayadi dan beberapa pengurus lainnya yakni Landi Jaya, Made Sonder Bawa, dan I nyoman Sugita. Pengurus banjar ini diterima di ruang kerja Ketua DPRD Badung.

Ditemui usai audiensi, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menjelaskan, kedatangan pengurus Banjar Blubuh Sari untuk menyampaikan beberapa hal yang menjadi atensi bersama. Ruang pertemuan atau balai banjar yang mereka miliki itu sudah usang dari tahun 1996 sampai sekarang belum ada renovasi apa-apa sehingga cukup mengkhawatirkan. “Adanya cuaca ekstrem dan keadaan alam ini, mereka meminta agar kami memfasilitasi pembangunan balai banjar yang ada di Blubuh Sari,” tegas politisi PDI Perjuangan asal Dalung, Kuta Utara tersebut.

Karena itu, pighaknya berharap para pengurus atau prajuru dapat segera membuat dan mengirim proposal untuk diproses untuk hibah. “Bagaimana pun dengan keputusan dan kesepakatan kita dengan Bupatyi, kepentingan-kepentingan yang memang sifatnya urgen, apalai masalah tempat pertemuan masyarakat kita akan prioritaskan dalam hibah baik hibah 2023 maupun 2024,” ujar Sekretaris DPC PDI perjuangan tersebut.

Pihaknya dipastikan memberikan support agar mereka tetap kompak dan solid dan melaksanakan tugas pokok fungsi mereka di banjar masing-masing. Dia menambahkan, banjar ini belum pernah memperoleh bantuan untuk pembangunan balai banjar. “Waktu kita reses ke sana, mereka tak punya sound system, jadi kita kasih dia wareless. Setelah itu, mereka akan membangun balai banjar,” katanya sembari menambahkan estimasi anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 3 miliar. (sar)
 

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 27, Kasus Positif Bertambah 26 Orang