Beranda Berita Utama Bantu Perekonomian Keluarga di Tengah Pandemi, Anggota HWDI Dibekali Keterampilan Membuat “Jaja...

Bantu Perekonomian Keluarga di Tengah Pandemi, Anggota HWDI Dibekali Keterampilan Membuat “Jaja Uli” dan “Begina”

ist

DISABILITAS – Para wanita penyandang disabilitas saat mengikuti pelatihan membuat jaje uli dan begina yang digelar HWDI DPD Provinsi Bali, 30 Juli -1 Agustus 2021.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Para wanita penyandang disabilitas dibekali keterampilan membuat jaja uli dan begina oleh Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) DPD Provinsi Bali. Pelatihan yang digelar di Sekretariat HWDI DPD Provinsi Bali, Jalan Gemitir No.66 Kesiman Kertalangu, Denpasar tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni dari tanggal 30 Juli sampai 1 Agustus 2021 dengan diikuti 18 peserta, terdiri atas disabilitas fisik, netra dan tuli.

Selaku instruktur atau pelatih adalah Ni Made Wasni. Selain diajarkan membuat jaja uli dan begina, para disabilitas ini juga diberikan pembekalan tentang cara mengemas produk agar siap dijual.

Kegiatan pelatihan ini dibuka langsung oleh Kadis Sosial, Pemberdayaan Perempuan & Anak Provinsi Bali yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sri Wahyuni selaku Kasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pihak Dinsos bahkan secara khusus memberikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan ini.

Menurut Sri Wahyuni, pelatihan pembuatan jaja uli dan begina ini sangat bermanfaat karena hasilnya bisa dipakai sendiri dan juga bisa untuk dijual. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. HWDI sendiri siap membantu mereka (wanita disabilitas, red)) dalam pemasarannya,” ujarnya.

Ni Ketut Leni Astiti selaku Ketua HWDI DPD Provinsi Bali memaparkan, ide pelatihan pembuatan snack tradisional jaja uli dan begina ini tercetus secara tiba-tiba saat pelantikan pengurus sebulan lalu. “Pelatihan membuat jaja uli dan jaja begina ini dipilih, karena memang snack tradisional ini sangat menjanjikan. Dari segi bisnis misalnya, hampir setiap pembuatan banten di Bali menggunakan jajan ini,” ungkap wanita penyandang disabilitas fisik ini.

Baca Juga  Kasus Meninggal Bertambah 1 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 22 Orang

Pihaknya pun berharap pelatihan ini bisa bermanfaat bagi wanita disabilitas di tengah pandemi covid-19. Di saat banyak pekerja dirumahkan, jaja uli dan begina justru bisa dibuat di rumah sebagai sebuah usaha industri rumah tangga.

“Karena pandemi banyak teman disabilitas kehilangan pekerjaan. Dengan pelatihan ini, kami harap para peserta bisa berwirausaha di rumah, baik untuk dipakai sendiri maupun untuk dijual sehingga bisa membantu perekonomian keluarga,” kata Leni Astiti sembari menambahkan bahwa dalam pelatihan ini selain dilatih membuat jajan juga diajarkan cara mengemas produk agar menarik untuk dijual.

Sementara Kadek Dewi, salah satu peserta disabilitas fisik mengaku gembira karena bisa ikut dalam pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat unik dan tidak pernah saya bayangkan, padahal jajanan ini selalu dibutuhkan oleh masyarakat Hindu di Bali untuk digunakan sebagai sarana upakara,” katanya. (sar/bvn)