bvn/sar
PRESS CONFERENCE – Staf Khusus Menkominfo Dedy Permadi dan Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo Bonifasius Wahyu Pudjianto, dalam Press Conference yang digelar di Hotel Le Meridien Jimbaran, Sabtu (12/11/2022).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Pada 2024, pemerintah menargetkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia yang sudah go digital mencapai 30 juta. Saat ini, UMKM yang go digital sudah menembus angka 19 juta dari 64 juta UMKM di seluruh Indonesia.
Hal itu diungkapkan Staf Khusus Menkominfo Dedy Permadi didampingi Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo Bonifasius Wahyu Pudjianto, dalam Press Conference yang digelar di Hotel Le Meridien Jimbaran, Sabtu (12/11/2022). “Dari awalnya hanya 9 juta, kemudian pascapandemi melonjak luar biasa menjadi 19 juta UMKM yang sudah go digital. Ada peningkatan 10 juta UMKM,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Dedy Permadi menyatakan secara umum ada 3 isu prioritas yang dibahas dalam perhelatan G20 mendatang. Salah satunya, transformasi ekonomi berbasis digital yang harus memiliki hasil kongkret dan membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

Dedy Permadi
Ditegaskan, sebelum pandemi, baru 9 juta UMKM yang go digital. Namun saat covid, pelaku UMKM yang go digital melonjak menjadi 19 juta UMKM atau setara dengan 29 persen dari 64 juta UMKM di Indonesia. “Hingga kini masih ada 71 persen UMKM yang belum menggunakan infrastruktur digital dan masih bertransaksi secara konvensional,” katanya.
Ditanya mengenai langkah-langkah kongkret pemerintah untuk mendorong UMKM memanfaatkan infrastruktur digital, Dedy menegaskan, pemerintah untuk sementara menargetkan UMKM go digital hingga 2024 hanya di angka 30 juta. “Kami belum berani menargetkan 100 persen UMKM di Indonesia go digital,” tegasnya sembari menambahkan, lompatan 10 juta dari awalnya 9 juta UMKM, katanya, sudah merupakan hal yang sangat bagus.
Upaya yang dilakukan untuk mendukung pengembangan UMKM, ujar dia, di setiap ruas jalan, pemerintah sudah memasang baliho, baner, maupun spanduk ajakan untuk bangga menggunakan produk buatan Indonesia. Jika ini tersosialisasi dengan baik, dia memastikan akan makin banyak UMKM memanfaatkan onfrastruktur digital untuk menunjang pengemabnagn usahanya.
Walau begitu, dia mengakui masih banyak kendala yang ditemui sehingga pemanfaatan digitalisasi belum optimal. Dia menunjuk fasilitas penunjang seperti internet, serta fasilitas pendukung seperti gadghet dan komputer. Tentu ini menjadi kata kunci untuk bisa UMKM memanfaatkan digitalissai secara maksimal. “Kami juga memiliki program pelatihan bagi UMKM untuk bisa memanfaatkan infrastruktur digital. Paling tidak kami memasang dua kali setahun,” katanya. (sar)









































