Beranda Another Region News Bunda Putri: Bukan Hal Baru, Ibu Rumah Tangga di Bali Jadi Guru...

Bunda Putri: Bukan Hal Baru, Ibu Rumah Tangga di Bali Jadi Guru bagi Anak-anaknya

ist

KEYNOTE SPEAKER – Bunda PAUD Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menjadi keynote speaker dalam Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Episode VII, secara virtual dari Kediaman Gedung Jaya Sabha, Selasa (24/11/2020).

 

DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –

Jadi guru bagi ibu rumah tangga atau orang tua di Bali bukanlah hal baru. Hal ini karena orangtua dalam ajaran Hindu merupakan guru rupaka yang fungsinya untuk mengajarkan anak-anaknya sebelum diasuh oleh guru pengajian di sekolah.

Hal ini diungkapkan Bunda PAUD Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menjadi keynote speaker dalam Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Episode VII yang digelar secara virtual, Selasa (24/11/2020). “Orangtua merupakan guru rupaka yang fungsinya memang mendidik anak sebelum mengenyam pendidikan di sekolah formal,” ujar Putri Koster.

Menurut Ketua TP PKK Bali tersebut, ketika terjadi pandemi covid-19 seperti saat ini, orangtua di Bali sudah tak asing lagi menjalani fungsinya sebagi guru. Orang tua diharuskan mampu mendampingi, mendidik dan mengajari anak-anaknya di rumah karena pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan.

Walau begitu, pada kesempatan itu, ibu dua putri tersebut berpesan kepada para orang tua agar membimbing anak-anaknya sesuai dengan kebutuhan sang anak. “Jangan memaksakan keinginan kepada anak,” tegas penggagas Festival Seni Bali Jani tersebut.

Putri Koster memberikan contoh, karena orang tua dulu gagal meraih cita-citanya misalnya untuk menjadi dokter atau penyanyi, justru anaknya dipaksakan untuk menjadi dokter atau penyanyi.  Jika memang sang anak mampu untuk itu, tak ada masalah. Yang masalah, tegasnya, jika sang anak tak mampu memenuhi ekspektasi orang tua. “Anak akan terbebani dan tentu akan memunculkan masalah,” tegasnya.

Baca Juga  Kecelakaan, Seorang Pelajar Meregang Nyawa di Gatsu Timur

Untuk itu, Putri Koster meminta orangtua untuk membimbing anak-anaknya sesuai dengan kemampuan dan skillnya. “Orangtua di depan orangtua mendampingi, di tengah mendidik dan di belakang tutwuri handayani,” tegas seniman multitalenta tersebut.

Pada kesempatan itu, Bunda Putri berharap orang tua tetap mengambil hikmah dari kasus pandemi covid yang mulai terjadi sejak Maret 2020 lalu. Jika biasanya orang tua sibuk berkarier, ujarnya, pada saat pandemi diminta oleh semesta untuk jeda sejenak. “Semua harus tetap di rumah sehingga kedekatan dengan anak-anak bisa terjalin dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya, investasi terbesar orangtua adalah anak-anaknya sebagai penerus bangsa. Ibarat ladang, jika anak-anak bisa diperlihara dengan baik dengan ketulusan hati, anak akan berkembang dengan baik dan akan mampu bersaing di era sekarang. “Anak diyakini akan sukses dan mampu memenangkan persaingan di era globat ini,” katanya.

Ibarat ladang, katanya, jika diperlihara dengan baik, ladang akan subur. Apa pun yang ditanam di ladang yang subur akan tumbuh dengan baik. “Pepohonan yang tumbuh di ladang yang subur, akan menghasilkan buah dengan sangat baik. Selain produksinya banyak, mutunya juga pasti bagus,” ujar Putri Koster mengandaikan betapa pentingnya ketulusan dan keikhlasan orangtua khususnya ibu untuk membimbing dan merawat naak-anaknya.

Acara webinar Kelas Orang Tua Berbagi Episode VII tersebut digelar menjelang Peringatan Hari Guru Nasional. Acara tersebut diikuti sekitar 330 peserta dari seluruh Indonesia dan menampilkan pengalaman-pengalaman orang tua dalam mendampingi anak-anaknya belajar di rumah saja.

Editor N. Sarmawa