Beranda Bali News Desember 2023, Investor Saham di Bali Tumbuh 23,22 Persen

Desember 2023, Investor Saham di Bali Tumbuh 23,22 Persen

Hosting Indonesia

bvn/sar

INVESTOR SAHAM TUMBUH – Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu didampingi Direktur Pengawasan LJK OJK Provinsi Bali Ananda R. Mooy saat Ngorte Bareng Media, beberapa waktu lalu. Terungkap, investor saham di Bali tumbuh 23,22 persen per Desember 2023.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Jumlah investor pasar modal wilayah Bali masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi yang mencapai double digit secara yoy. Pada Desember 2023, jumlah investor saham di Bali 116.748 single investor identification (SID) atau tumbuh 23,22 persen yoy. Demikian juga dengan jumlah investor Reksa Dana dan SBN yang masing-masing tumbuh sebesar 23,41 persen yoy dan 25,07 persen yoy.

Hal tersebut terungkap saat acara Ngorta Bareng Media yang digelar OJK Provinsi Bali dengan kalangan media, beberapa hari lalu. “Nilai kepemilikan saham di Bali mencapai Rp 4,50 triliun atau tumbuh 8,46 persen yoy meningkat dibandingkan November 2023 yang sebesar 4,63 persen yoy,” tegas Kepala OJK Bali Kristrianti Puji Rahayu.

Pada kesempatan itu, Kristrianti Puji Rahayu juga memaparkan perkembangan perusahaan pembiayaan dan fintech peer to peer lending. Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan di Bali posisi November 2023, ungkapnya, masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi, walaupun dengan laju yang menurun dibandingkan periode sebelumnya. “Pembiayaan dari perusahaan pembiayaan di Bali mencapai Rp10,63 triliun, tumbuh 20,85 persen yoy, melandai dibandingkan posisi Oktober 2023 yang tumbuh sebesar 55,72 persen yoy,” tegasnya.

Pembiayaan tersebut didominasi oleh pembiayaan kepada perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor serta pembiayaan kepada aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya. Di sisi lain, tingkat pembiayaan bermasalah relatif rendah dan terkendali. Tingkat nonperforming financing (NPF) posisi November 2023 sebesar 1,18 persen, sedikit menurun dibandingkan Oktober 2023 yang sebesar 1,20 persen.

Baca Juga  Persyaratan Tidak Lengkap, Pendaftaran Desa Adat Bale Agung Belum Bisa Diajukan

Sementara itu, penyaluran pembiayaan melalui fintech peer to peer lending juga masih menunjukkan pertumbuhan double digit dengan laju melandai 45,75 persen yoy yakni Rp 939,83 miliar, meningkat dibandingkan Oktober 2023 yang tumbuh 41,68 persen yoy. Tingkat wan prestasi 90 hari (TWP 90) dari fintech lending sebesar 1,53 persen, sedikit menurun dibandingkan Oktober 2023 yang sebesar 1,58 persen. (sar)

Hosting Indonesia