Beranda Badung News Diputar di Rumah Jabatan Bupati Badung, Ini Cerita Lengkap Film “Pan Balang...

Diputar di Rumah Jabatan Bupati Badung, Ini Cerita Lengkap Film “Pan Balang Tamak”

sar

PAN BALANG TAMAK – Penggalan Film Pan Balang Tamak yang diputar di RJ Bupati Badung, Sabtu (26/6).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Film kreatif karya Celekontong Mas, Pan Balang Tamak, Sabtu (26/6/2021) diputar di Rumah Jabatan Bupati Badung. Selain Bupati Giri Prasta, film yang mengangkat cerita rakyat di Bali tersebut ditonton anggota DPRD Badung Made Yudana, Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mangutama Made Suwarsa dan puluhan warga dan undangan lainnya.

Film yang dikerjakan selama dua hari tersebut mampu menyedot penonton. Selain memang digarap apik, materi film tersebut sudah akrab di telinga masyarakat khususnya di Bali. Ini cerita selengkapnya.

Diceritakan, dalam suatu paruman desa, Pan Balang Tamak rencananya didenda karena selalu terlambat mengikuti sejumlah kegiatan di desa. Namun pada kesempatan itu, Pan Balang Tamak tak jadi didenda. Dia malah memperoleh uang banyak dari warga lainnya.

Pada paruman itu, Pan Balang Tamak menaruh jajan iwel menyerupai kotoran anjing di sudut bale paruman. Di saat warga menutup hidup karena bau kotoran anjing, Pan Balang Tamak malah menawarkan uang kepada warga yang berani memakan kotoran tersebut. Kontan saja, prajuru dan warga lain menawarkan balik kepada Pan Balang Tamak. Karena memang itu jajan iwel, Pan Balang Tamak menyanggupi dan memakan iwel tersebut di depan warga. Jadilah dia memperoleh uang banyak prajuru dan warga.

Demikian juga pada kegiatan lainnya yang diceritakan oleh salah seorang pedagang di film tersebut. Bahwa Pan Balang Tamak memperdaya masyarakat saat desa melakukan perburuan. Siapa yang membawa anjing paling berani dan mampu menggonggong keras, dia akan memperoleh hadiah.

Pan Balang Tamak yang membawa anjing kurus dan dekil itu pun menjalankan siasat. Anjingnya dilempar ke duri ketket. Apa yang terjadi? Anjing yang dibawanya pun menggonggong keras mengalahkan gonggongan anjing-anjing besar dan gagah berani yang dibawa oleh warga lainnya. Karena itulah, Pan Balang Tamak lagi-lagi memperoleh hadiah dan uang.

Baca Juga  Petugas KPPS dan Petugas Ketertiban Reaktif Diganti, Pjs. Bupati Badung Apresiasi KPU

Peristiwa lain saat warga diminta berkumpul pagi hari saat ayam mulai turun dan berkokok. Pada pagi itu, Pan Balak Tamak tak kelihatan batang hidungnya bersama warga masyarakat. Kira-kira tepat pukul 12.00, barulah Pan Balang Tamak datang. Di saat akan dikenakan denda, lagi-lagi Pan Balang Tamak mampu berkelit karena pengumuman berkumpul ketika ayam turun dari sarangnya. Kebetulan ayam di rumah Pan Balang Tamak mengerami telur dan baru turun siang hari. Jadilah Pan Balang Tamak lempas dari denda.

Singkat cerita, karena merasa kesal dengan ulah Pan Balang Tamak, jro bendesa bersama warga menghadap raja untuk minta petunjuk. Diperoleh petunjuk, Pan Balang Tamak akan dibunuh dengan cetik atau racun milik raja.

Untuk menjalankan rencana ini, raja mengundang prajuru dan warga desa untuk makan-makan di puri. Pan Balang Tamak pun hadir pada acara tersebut dan bersantap bersama warga dan prajuru lainnya. Cuma nasi yang diterima Pan Balang Tamak sudah berisi cetik. Setelah menyantap beberapa suap, Pan Balang Tamak merasakan ada yang aneh dan meyakini dia terkena cetik. Karenanya, dia meminta izin untuk pamit dan pulang duluan.

Walau dengan tertaih-tatih, Pan Balang Tamak bisa tiba di rumah dan disambut sang istri. Kepada istrinya, dia menceritakan cetik sudah bersarang di tubuhnya dan sebentar lagi dia memastikan dirinya mati. Namun sebelum meninggal, Pan Balang Tamak berpesan kepada sang istri.

Pertama, setelah meninggal, jenazahnya agar dimandikan selanjutnya agar dipakaikan kamen, saput dan destar serba putih. Jenazahnya agar ditempatkan dalam posisi seperti orang sedang sembahyang dan mamantra. Agar ada suara, istrinya diminta manaruh tamulilingan di lehernya.

Kedua, Pan Balang Tamak berpesan agar harta di peti dikeluarkan semua. Selanjutnya, jenazah Pan Balang Tamaklah ditaruh di peti tersebut. Setelah itu, Pan Balang Tamak pun meninggal di samping sang istri.

Baca Juga  Unud Gelar Bali Journalist Week 2022

Sebagai istri yang setia, semua pesan suaminya dijalankan dengan baik. Karena penasaran apakah Pan Balang Tamak sudah meninggal atau belum, sejumlah warga pun mengintip ke rumah Pan Balang Tamak. Ditemukanlah Pan Balang Tamak tengah sembahyang dan melontarkan bait-bait mantra.

Warga pun heboh dan melaporkan hal ini kepada jro bendesa dan Jro Bendesa segera melapor ke puri bahwa Pan Balang Tamak belum meninggal bahkan masih segar bugar. Raja pun tak habis pikir. Cetik itu sangat ampuh. Namun raja mulai berpikir bahwa cetik itu sudah tidak ampuh lagi dan akhirnya raja memutuskan untuk mencoba meminum cetik tersebut. Karena memang ampuh, raja pun meninggal di tempat.

Pesannya yang kedua, ternyata benar saja, banyak warga yang mengintip harta kekayaan Pan Balang Tamak dan diketahui disimpan di sebuah peti. Warga pun berupaya mencuri peti tersebut dibawa menjauh ke tempat yang aman. Pada film ini diceritakan warga tiba di sebuah pura desa dan baru sadar bahwa dalam peti berizi jenazah Pan Balang Tamak.

Warga tersebut pun meninggalkan peti tersebut di pura. Tidak lama warga yang tengah ngayah meresik di pura melihat ada peti di pura dan segera melapor kepada pemangku desa. Pemangku pun berfirasat bahwa itu anugerah dari Ida Sang Hyang Widi dan berupaya melaporkan kepada jro bendesa dan warga lainnya. Karena menganggap itu anugerah, warga pun melakukan persembahyangan di peti tersebut.

Namun setelah dibuka ternyata isinya mayat Pan Balang Tamak. Jadilah warga desa yang akhirnya mengupacarai Pan Balang Tamak hingga tuntas. Tak hanya saat hidup, pada saat meninggal pun Pan Balang tamak mampu memperdaya masyarakat, bisa membunuh raja, mengamankan harta, dan tak perlu sibuk urus upacara pengabenan. Cerdikkah atau licikkah? Yang pasti setelah difilmkan, cerita rakyat ini cukup menghibur penonton.

Baca Juga  Beri Penyuluhan Biogas, LPPM Unud Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Baluk

N. Sarmawa