bvn/sar
DPRD SLEMAN – Wakil Ketua Komisi III DPRD Badung Nyoman Satria berfoto bersama tamunya dari DPRD Sleman DIY, Kamis (22/5/2025).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
DPRD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (22/5/2025) menggelar kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Badung. Di DPRD Badung, rombongan DPRD Sleman diterima Wakil Ketua Komisi III DPRD Badung Nyoman Satria.
Saat menyampaikan tujuan kunjungan, pimpinan rombongan yang juga Ketua DPRD Kabupaten Sleman Gustan Ganda, ST, pihaknya menyertakan Badan Anggaran, dan Badan Musyawarah. “Tujuan kunjungan kami terkait dengan pendapatan asli daerah (PAD) serta APBD Badung. Bagaimana trik maupun strategi untuk memaksimalkan potensi-potensi yang ada,” tegasnya.
Selanjutnya, pihaknya juga ingin mengetahui tentang Forum Koordinasi Antar-umat Beragam (FKUB) sehingga hubungan antarumat beragama di Bali khususnya di Badung begitu terjalin dengan baik. “Ini beberapa hal yang ingin kami ketahui, semoga apa yang kami peroleh bisa diterapkan di Kabupaten Sleman,” tegas Gustan Ganda.
Sebelum menanggapi hal itu, Nyoman Satria yang juga politisi PDI Perjuangan memaparkan struktur DPRD Kabupaten Badung yang berjumlah 45 orang. “Anggota DPRD Badung terdiri atas 27 orang dari PDI Perjuangan, 11 orang dari Partai Golkar, 4 orang dari Partai Gerindra dan 3 orang dari Partai Demokrat,” ujarnya.
Selanjutnya, DPRD Badung memiliki tiga fraksi. Ketiganya adalah Fraksi PDI Perjuangan dengan 30 anggota karena anggota DPRD dari Partai Demokrat bergabung ke Fraksi PDI Perjuangan. Dua fraksi lainnya yakni Fraksi Golkar dengan 11 kursi dan Fraksi Partai Gerindra dengan 4 kursi.
Mengenai PAD Badung pada 2025 dirancang Rp 9 triliun dengan APBD Rp 10,13 triliun. Pendapatan ini mayoritas berasal dari pajak hotel dan restotran (PHR) serta didukung dari retribusi.
Untuk program, ujar Nyoman Satria, Badung tengah menggenjot pengembangan infrastruktur khususnya penambahan jalan-jalan baru termasuk pelebaran untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. “Sebagai destinasi pariwisata, kemacetan lalu lintas akan menjadi momok,” katanya.
Untuk ini, Pemkab Badung akan meminjam dana dengan pagu Rp 3 triliun dari konsorsium yang dikomando Bank BPD Bali. Kenapa meminjam, ujarnya, agar APBD tidak terlalu terbebani dan program-program yang dirancang bisa berjalan dengan baik. “Pinjaman ini akan dikembalikan dari dividen yang diterima Badung dari BPD Bali yang nilainya Rp 200 miliar lebih ditambah silpa setiap tahunnya,” tegasnya.
Terkait FKUB, ujar Nyoman Satria, sudah berjalan dengan sangat harmonis karena semua agama mendapatkan pelayanan yang sama dari Pemkab badung. Dalam hal pembangunan tempat ibadah misalnya, semua sama rasa dan sama dapat. “Baru-baru ini, pembangunan sebuah gereja memperoleh bantuan hingga Rp 57 miliar, demikian juga pembangunan mesjid, termasuk Pura bagi umat Hindu,” katanya.
Usai melaksanakan tanya jawab, acara dilanjutkan dengah penyerahan cenderamata dari kedua pihak. Acara ditutup dengan sesi foto bersama. (sar)







































