Beranda Bali News Februari 2025, Penjualan Ritel Bali Tumbuh di Tengah Normalisasi Kunjungan Wisatawan

Februari 2025, Penjualan Ritel Bali Tumbuh di Tengah Normalisasi Kunjungan Wisatawan

bvn/dok

Kepala BI Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Pada Februari 2025, penjualan eceran di Provinsi Bali terus bertumbuh yang tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang diperkirakan sebesar 117,2 atau secara tahunan tumbuh 7,2% (yoy). Hal ini menunjukkan kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali terus meningkat atau berada di level optimis (>100).

Dalam relis yang diterima Baliviralnews.com, Sabtu (22/3/2025), Kepala BI Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja menyatakan, perkiraan peningkatan kinerja ritel tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adanya program diskon dari distributor sehubungan dengan adanya libur panjang Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Tahun Baru Imlek, serta perayaan keagamaan Pagerwesi. Pemberian potongan harga, turut mendorong kinerja penjualan eceran di tengah normalisasi kunjungan wisatawan pasca libur panjang pada bulan Januari 2025.

Berdasarkan data dari Angkasa Pura, kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara pada Februari 2025 menurun sebesar -17,91% (mtm) atau mencapai total 791 ribu wisatawan. Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Perkiraan penjualan eceran di Bali pada Februari 2025 didukung oleh tumbuhnya berbagai sub sektor, seperti barang budaya dan rekreasi yang mengalami peningkatan 4,8% (mtm), Peralatan informasi dan komunikasi meningkat 3,3% (mtm), dan bahan bakar kendaraaan bermotor meningkat sebesar 2,6% (mtm). Sementara itu, pada Januari 2025, IPR tercatat 116,6 atau secara tahunan mengalami peningkatan sebesar 6,3% (yoy).

Pada periode laporan, kinerja IPR di Bali terus tumbuh yang menunjukkan peningkatan konsumsi masyarakat di Bali. Prospek penjualan eceran di Bali ke depan diperkirakan tetap positif. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap pertumbuhan penjualan eceran dalam jangka pendek dan menengah.

Baca Juga  Disalurkan ke Warga Terdampak Covid 19, Wawali Arya Wibawa Terima Bantuan Sembako dari Yayasan Bina Ilmu Korea Selatan.

Responden memperkirakan penjualan pada 3 dan 6 bulan ke depan tetap terjaga yang ditunjukkan oleh IEP bulan April 2025 tercatat 155 serta pada bulan Juli 2025 tercatat 191, masih tetap terjaga atau berada di level optimis (IEP > 100). Terjaganya IEP pada level optimis mengindikasikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi Bali akan terus berlanjut.

Dalam menjaga kinerja penjualan eceran dan tingkat konsumsi masyarakat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali senantiasa bersinergi dalam mengawal kestabilan harga, memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, dan menjaga ekonomi Bali agar terus bergerak dalam jalur pertumbuhan yang berkelanjutan. (sar/hmbi)