bvn/pnb
PENGABDIAN – PNB menggelar pengabdian pada akhir Agustus 2025 di Agrowisata Kebun Salak Desa Sibetan, Karangasem.
AMLAPURA (BALIVIRALNEWS) –
Tim Pengabdian Politeknik Negeri Bali (PNB) melaksanakan program bertajuk “Penerapan Teknologi Smart Agro dalam Manajemen Usaha dan Digitalisasi Pemasaran Salak Sibetan untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar di Era Society 5.0” pada akhir Agustus 2025 di Agrowisata Kebun Salak Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Program pengabdian ini didukung melalui hibah pendanaan tahun 2025 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ketua Tim Pengabdian PNB Made Pradnyana Ambara, S.Kom, MT menyatakan, kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pemasangan infrastruktur jaringan MikroTik di kawasan Agrowisata Kebun Salak Sibetan. “Dengan hadirnya jaringan internet yang lebih stabil, aktivitas pengunjung dan operasional sistem Smart Agro kini berjalan lebih lancar,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas akses internet terbukti memudahkan komunikasi, transaksi digital, promosi online, serta memberi kenyamanan bagi pengunjung agrowisata. Infrastruktur ini juga menjadi fondasi penting untuk pengembangan sistem Smart Agro berbasis teknologi.

Tim Pengabdian PNB di Desa Sibetan.
Tahap kedua berupa sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sistem informasi Smart Agro berbasis web. Pelatihan ini menitikberatkan pada pengelolaan usaha, pencatatan produksi, manajemen stok, serta strategi pemasaran digital produk olahan salak agar lebih adaptif terhadap dinamika pasar modern.
Pelatihan dipusatkan di Kantor Desa Sibetan dan dibuka secara resmi oleh Perbekel Desa Sibetan I Made Beru Suryawan. Hadir pula pemilik Agrowisata Kebun Salak, I Gusti Lanang Putra Arnawa, beserta anggota Agrowisata Kebun Salak.
Dalam sambutannya, Perbekel menegaskan pentingnya penerapan teknologi ini bagi masyarakat. “Smart Agro adalah inovasi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi manajemen usaha sekaligus membuka peluang pemasaran lebih luas. Kami yakin Desa Sibetan akan semakin dikenal sebagai sentra agrowisata berbasis teknologi,” ujarnya.

Smart Agro dalam manajemen usaha.
Made Pradnyana Ambara, S.Kom, MT menambahkan, pelatihan ini merupakan kunci pemanfaatan teknologi Smart Agro. “Dengan sistem berbasis web, pengelola agrowisata kebun salak dapat lebih mudah mengelola produk dan melakukan pemasaran digital. Harapannya, Salak Sibetan mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Tim Pengabdian foto bersama peserta.
Secara keseluruhan, program berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata. Penerapan Smart Agro tidak hanya meningkatkan daya saing Agrowisata Kebun Salak, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi masyarakat Desa Sibetan. Dampak positifnya meliputi peningkatan akses pasar, terciptanya peluang usaha baru, serta penguatan citra Salak Sibetan sebagai komoditas unggulan Karangasem di era Society 5.0. (sar/r)










































