ist
BSM – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta meresmikan 31 Bank Sampah Mandiri (BSM) PKK Srikandi di 5 (lima) Kelurahan se-Kecamatan Kuta, Selasa (29/10) bertempat di Wantilan Pura Dalem Legian, Kecamatan Kuta.
MANGUPURA (BALIVIRAL NEWS) –
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta berkomitmen menjadikan sampah sebagai berkah dan rupiah. Hal ini tidak terlepas dari program Gertak Badung Bersih yang telah dicanangkan, yang didukung dengan telah terbentuknya bank sampah mandiri PKK di semua banjar dan lingkungan di seluruh Kabupaten Badung sehingga Badung Mandiri Pengelolaan Sampah di Tahun 2021 dapat terwujud. “Kami berkomitmen menjadikan sampah adalah berkah dan menjadikan sampah itu adalah rupiah. Kami juga siap menjadi contoh di tingkat nasional maupun internasional,untuk selanjutnya Badung Mandiri Pengelolaan Sampah di Tahun 2021” tegas Bupati Giri Prasta saat meresmikan 31 Bank Sampah Mandiri (BSM) PKK Srikandi di 5 (lima) Kelurahan se-Kecamatan Kuta, Selasa (29/10) bertempat di Wantilan Pura Dalem Legian, Kecamatan Kuta.
Selain BSM PKK Mangu Srikandi, Bupati juga meresmikan 40 pembentukan unit Bank Sampah Edukasi Badung (BSEB) Mangu Kumara, 27 Bank Sampah Mandiri Komunal (BSMK) dan 1 Bank Sampah Mandiri Utama (BSMU).
Pada peresmian tersebut Bupati yang didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, anggota DPRD Badung asal Kuta dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, juga menyerahkan laptop kepada Kepala Lingkungan se-Kecamatan Kuta serta piagam penghargaan apresiasi kepada 27 komponen yang amat berjasa mewujudkan Bank Sampah di Kecamatan Kuta.
Bupati menjelaskan, penanganan sampah sudah menjadi visi dan misi Bupati, kedepan akan dilakukan penyelesaian masalah sampah di tempatnya. Menurutnya penanganan sampah perlu dilakukan dengan program 3R (reduse, reuse, recycle) yakni mengurangi, memilah dan mengolah sampah. Sampah organik dicacah di desa/kelurahan setempat dan diwajibkan setiap desa/kelurahan memiliki TPST. Sampah organik yang telah dicacah akan dikirim ke Sobangan untuk pupuk organik yang diberikan secara gratis kepada petani. Sedangkan untuk sampah plastik akan diolah menjadi kerajinan serta bahan bakar. “10 kg sampah plastik dapat diolah menjadi 8 liter bahan bakar. Kedepan kami menginginkan sampah plastik ini bisa dibarter untuk bayar air minum dan listrik, sehingga masyarakat tak perlu lagi mengeluarkan dana untuk itu,” terangnya seraya menambahkan untuk sampah basah diolah menjadi maggot yaitu ulat sebagai pakan ternak dan sudah berhasil dikembangkan di Desa Buduk.
Sementara itu Kadis LHK Badung, Putu Eka Merthawan mengatakan hingga saat ini di Badung sudah terbentuk 911 bank sampah. Untuk mewujudkan 1000 bank sampah di badung, akan dilakukan peresmian terakhir di Kecamatan Abiansemal pada 5 Nopember nanti. “Target tersebut kami yakini terwujud di tahun 2019, sehingga menjadikan Badung sebagai kabupaten pertama di Indonesia menjadi kabupaten bank sampah dengan konsep modern dengan sistem berjaringan atau multilevel berbasis start up non digital, ” jelasnya.
Editor Devi Karuna








































