Beranda Badung News Graha Wicaksana: Jadi Korban Banjir, Pengusaha Berpeluang Peroleh Stimulus

Graha Wicaksana: Jadi Korban Banjir, Pengusaha Berpeluang Peroleh Stimulus

bvn/sar

Nyoman Graha Wicaksana

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Hujan deras yang turun terus-menerus selama tiga hari belakangan menyebabkan bencana banjir. Salah satu daerah yang terdampak banjir adalah destinasi wisata internasional Kuta. Air meluap masuk hingga ke kamar-kamar hotel.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana, usai menerima kunjungan SMA Taruna Widya Garuda Bali, di wantilan DPRD Badung, Rabu (25/2/2025). “Banjir masuk hingga ke kamar-kamar hotel termasuk tempat jualan para pelaku UMKM,” ungkap politisi PDI Perjuangan yang memang berasal dari Kuta tersebut.

Selama ini ketika hujan turun terus-menerus, banjir hanya terjadi di wilayah Dewi Sri dan Legian. “Sekarang sudah melebar ke kawasan Kartika Plaza, Wana Segara, dan Samudra. Ini sebelumnya tidak pernah terjadi. Kalaupun genangan naik, beberapa jam kemudian dipastikan surut,” ungkapnya.

Ditanya soal kerugian hingga puluhan miliar, Graha Wicaksana tak menampiknya. Pertama, mereka harus mengevakuasi tamu yang sedang menginap. Kedua, ketinggian air sudah melebihi batas wajar dan masuk ke kamar-kamar hotel. Karenanya, fasilitas-fasilitas itu kan rusak. “Tentu mereka dalam kurun waktu tertentu tak bisa menerima tamu lagi. Mereka harus memperbaiki. Kan gak mungkin mereka langsung bisa menerima tamu lagi, perlu waktu untuk memperbaiki fasilitas,” ujarnya.

Dia mengaku mendengar dari beberapa teman pengusaha pariwisata sampai rugi banyak sekali. Untuk lebih pasti, pihak terkait perlu melakukan penelitian. Tak hanya hotel, UMKM yang punya warung, toko kelontong, juga terdampak. Begitu juga pengusaha tur dan usaha-usaha kecil lainnya seperti tempat makan, transpor, penyewaan motor. “Saya berharap pemerintah bersama-sama mendesain kembali penanganan banjir ini,” katanya.

Graha Wicaksana berharap, semua pihak supaya belajar dari pengalaman. Dia minta pemerintahan, DPRD bersama Bupati Badung, bersama-sama memformulakan. Karena ketika terjadi banjir, citra pariwisata Kuta maupun pariwisata Bali secara umum akan tercoreng.

Baca Juga  BUMN Regional Bali Wujudkan Harmoni Dalam Kegiatan Dharma Santhi Nyepi 2025

“Ketika citra kita dianggap sebagai destinasi yang tidak aman, banyak bencana, banjir, orang-orang akan berpikir dua kali untuk berlibur ke Bali. Perlu diketahui 80 persen pendapatan asli daerah (PAD) Badung dari pajak hotel dan restoran (PHR). Seyogyanya itu dikembalikan lagi untuk memperbaiki infrastruktur yang ada ini,” tegasnya.

Dia juga berharap ada penyelesaian secara holistik. Ini memang karena faktor hujan, tetapi kita tidak bisa terus diam. Kita harus melakukan langkah-langkah preventif sehingga kemungkinan banjir bisa ditanggulangi atau tidak terjadi lagi.

Ketika ditanya, ini merupakan bencana apakah pengusaha tidak memungkinkan mendapatkan semacam bantuan atau stimulus dari pemerintah, Graha Wicaksana menyatakan harusnya bisa. Dia berharap perangkat daerah terutama BPBD didukung Dinas Pariwisata dan Bapenda turun melakukan verifikasi hotel-hotel, restoran yang terdampak. “Berikanlah mereka insentif atau bantuan,” ujarnya. (sar)