Beranda Another Region News Dari Gerbang Bagian Barat Bali, Jembrana Perkuat Stabilitas Harga dan Percepat Digitalisasi

Dari Gerbang Bagian Barat Bali, Jembrana Perkuat Stabilitas Harga dan Percepat Digitalisasi

bvn/hmbi

GELAR HLM – Pemkab Jembrana bersama BI Provinsi Bali menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Selasa (24/2).

 

NEGARA (BALIVIRALNEWS) –

Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan penguatan digitalisasi transaksi keuangan pemerintah daerah melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Jembrana. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Selasa (24/2), bertempat di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Kegiatan dipimpin oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, serta dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan, Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Indra Gunawan Sutarto, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana Ni Made Sri Sutharni, Direktur Teknologi Informasi (TI) BPD Bali Ida Bagus Gede Setia Yasa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk, serta anggota TPID dan TP2DD Kabupaten Jembrana.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jembrana menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, BPD Bali, serta seluruh anggota TPID dan TP2DD atas capaian kinerja dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik. Wakil Bupati Jembrana menegaskan, Kabupaten Jembrana, sebagai pintu gerbang distribusi pasokan pangan, perlu memperkuat langkah antisipatif dalam pengendalian harga, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi, Ramadan, dan Idulfitri.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Jembrana menekankan, berbagai inisiatif digitalisasi yang telah dilaksanakan merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memperkuat perencanaan fiskal daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang berbasis data atau data-driven decision making.

Baca Juga  Momen Pemimpin Dunia Ngobrol Santai di Tahura Ngurah Rai

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Kabupaten Jembrana. Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan menekankan, sinergi antara TPID dan TP2DD Kabupaten Jembrana telah terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga dan mengakselerasi digitalisasi.

Menurutnya, inflasi yang terkendali akan berdampak langsung pada penguatan daya beli masyarakat, sementara digitalisasi diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), memperkuat transparansi tata kelola, serta meningkatkan efisiensi birokrasi.

Melengkapi perspektif tersebut, Advisor Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Indra Gunawan Sutarto menyoroti prestasi kongkret Jembrana yang berhasil meraih skor 100% pada Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Indra menjelaskan, capaian ini didorong oleh optimalisasi kanal pembayaran digital pada penerimaan retribusi daerah. Ke depannya, ia melihat adanya peluang besar untuk memperluas aktivitas ekonomi melalui penguatan layanan digital, terutama menyasar para wisatawan yang masuk dari Pulau Jawa.

Di sisi lain, Ronald juga memaparkan perkembangan inflasi di Provinsi Bali, berbagai tantangan yang dihadapi, serta sejumlah komoditas strategis yang perlu diwaspadai menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Paparan tersebut mencakup outlook inflasi serta strategi pengendalian, baik untuk jangka pendek dalam rangka menyambut HBKN maupun untuk jangka menengah dan panjang guna menjaga stabilitas pasokan secara berkelanjutan.

Melalui penguatan sinergi tersebut, diharapkan stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi di Kabupaten Jembrana dapat terus terjaga, sehingga mendukung pencapaian sasaran inflasi Provinsi Bali pada kisaran 2,5 ± 1% (yoy).

Dukungan penuh juga disampaikan oleh BPD Bali selaku Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan daerah serta dalam mendukung keterhubungan Kabupaten Jembrana dengan sistem pembayaran nasional. Melalui interkoneksi dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Direktur Teknologi Informasi (TI) BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa menyampaikan optimisme serta komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung transformasi digital di Kabupaten Jembrana, maupun di Provinsi Bali secara keseluruhan.

Baca Juga  Wagub Cok. Ace Dukung Pameran Mercedes-Benz Classic Club Bali untuk Tunjukkan Bali tak Kelaparan

Kegiatan High Level Meeting (HLM) dilanjutkan dengan seremoni peresmian gate e-retribusi parkir di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Penerapan gate e-retribusi tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan pendapatan daerah melalui sistem pembayaran retribusi yang lebih transparan, akuntabel, dan real-time, sekaligus untuk memitigasi potensi kebocoran serta mengoptimalkan PAD. Dengan menjadikan Pelabuhan Gilimanuk sebagai role model digitalisasi terintegrasi, Wakil Bupati Jembrana menegaskan, transformasi digital tidak semata-mata merupakan penerapan teknologi, melainkan juga mencerminkan perubahan budaya kerja menuju layanan publik yang lebih modern, cepat, dan inovatif, dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sebagai motor penggerak.

Sebagai penutup, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemkab Jembrana. Upaya bersama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi, inklusif dan berkelanjutan. (sar/hmbi)