Beranda Another Region News Gubernur Koster Bertemu dengan BIFFA London, PwC, dan Transport for London

Gubernur Koster Bertemu dengan BIFFA London, PwC, dan Transport for London

bvn/hmprov

GELAR KEGIATAN – Gubernur Wayan Koster menggelar sejumlah kegiatan saat melakukan kunjungan kehormatan di London, 24-26 Juni 2026.

 

LONDON (BALIVIRALNEWS) –

Setibanya di London, tanggal 21 Juni 2026, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Tim, langsung melakukan kunjungan kehormatan di Kantor Kedutaan Besar Indonesia, diterima langsung oleh Duta Besar Indonesia Desra Percaya. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Duta Besar berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama strategis di bidang investasi, pendidikan, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan program prioritas Provinsi Bali.

Pada 22 Juni 2026, pukul 08.00-12.00, Gubernur Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke BIFFA, yang merupakan Badan Usaha Pengelolaan Limbah dan Daur Ulang terbesar di Inggris.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur dan Menteri LH RI meninjau fasilitas dan proses pemilahan sampah dengan mesin modern untuk jenis sampah non organik dari rumah tangga dan industri. Hasil pemilahan sampah untuk jenis sampah plastik dijual kepada pihak ketiga sebagai bahan baku industri, sedangkan jenis sampah kemasan didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi.

Setelah melakukan peninjauan lapangan, Gubernur Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat melakukan rapat dengan jajaran manajemen BIFFA dan PACK UK (Packaging PRO Appointed to Deliver Extended Producer Responsibility for Packaging Scheme). Dalam rapat dibahas secara mendalam mengenai perlunya pemberlakuan kebijakan Extended Producer Responsibility bagi industri yang mengeluarkan produk kemasan yang menimbulkan sampah.

Gubernur Koster menyampaikan sudah menyiapkan kebijakan berupa kajian awal untuk menyusun rancangan peraturan daerah tentang tanggung jawab tambahan produsen yang menimbulkan sampah atau dikenal EPR/Extended Producer Responsibility. Namun, rancangan peraturan daerah ini belum bisa diselesaikan, karena masih menunggu selesainya Rancangan Peraturan Presiden yang tengah disiapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai pelaksanaan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Baca Juga  Wagub Cok. Ace Dukung Laksmi Melaju ke Ajang Putri Indonesia 2022

Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup beserta jajaran dalam rapat, bahwa rancangan Peraturan Presiden ini akan segera diselesaikan dan Bali akan dijadikan sebagai percontohan pemberlakuan EPR. Gubernur Wayan Koster menegaskan, rancangan Perda tentang EPR akan segera diproses, finalisasi menunggu terbitnya Perpres, serta menegaskan Bali siap menjadi percontohan penerapan EPR.

Pada 22 Juni 2026, pukul 14.00-16.00, Gubernur Wayan Koster mengadakan pertemuan dengan PricewaterhouseCoopers (PwC) dan Transport for London. Pertemuan membahas perkembangan inisiatif di Bali yang didukung oleh Future Cities Infrastructure Programme (FCIP), menyelaraskan prioritas strategis, serta menjajaki peluang keberlanjutan dukungan teknis ke depan.

Memperoleh wawasan dari pengalaman London dalam mengembangkan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Bertukar pandangan mengenai model tata kelola, mekanisme pembiayaan, serta pengembangan mobilitas perkotaan.

Pada pertemuan tersebut Gubernur Wayan Koster memaparkan mengenai kebijakan dan program tentang Bali Energi Bersih yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 dan Kendaraan Bermotor Listrik berbasis Baterai yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019, yang merupakan transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Gubernur menyampaikan, kebijakan ramah lingkungan dan berkelajutan ini merupakan implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, berbasis nilai kearifan lokal Sad Kerthi. Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan kepada PwC untuk bekerja sama dalam merancang model transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan secara terintegrasi yang akan diterapkan untuk kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). (sar/hmprov)