ist
PENGHARGAAN – Gubernur Wayan Koster berfoto bersama para penerima penghargaan “Kerthi Bali Sewaka Nugraha”, Sabtu (12/2/2022).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan piagam penghargaan ‘’Kerthi Bali Sewaka Nugraha’’ kepada pimpinan instansi vertikal sebagai bentuk apresiasi atas perbuatan mulia dalam melaksanakan kebijakan, program, kegiatan, pelayanan/pengabdian kepada msyarakat bersama Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Lokal Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era Baru, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (Saniscara Wage Prangbakat), 12 Februari 2022.
Adapun pimpinan instansi vertikal yang menerima piagam penghargaan yang dirangkaikan dalam penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali 2022 ini, yakni Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Kajati Bali Ade T. Sutiawarman, Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Husein Sagaf, Kakanwil Kemenkumham Jamaruli Manihuruk, Kepala BIN Daerah Bali Birgjen Pol. Hadi Purnomo, dan Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali Ketut Mangku, A.Ptnh., S.H., M.H. Turut hadir Sekda Bali, Ketua DPRD Bali, Kepala Ombudsman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Bali, MDA Bali dan pimpinan OPD Pemprov Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, piagam penghargaan Kerthi Bali Sewaka Nugraha diberikan kepada orang yang melakukan perbuatan mulia sehingga mampu mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera, bahagia, sekala-niskala. Kontekstual untuk saat ini diutamakan yang pertama berkaitan dengan penanganan Covid-19 yang sudah berjalan dua tahun.
‘’Bapak Kapolda, Pangdam, Danrem, Kajati, Kabinda, Kanwil Kemenkumham tanpa kerja sama, kolaborasi dari beliau-beliau itu tidak mungkin saya sebagai gubernur mengelola covid-19 ini dengan baik. Bali mendapat pengakuan dari pemerintah maupun dari media ternama Metro TV atas penanganan covid-19 sangat baik di Provinsi Bali. Penghargaan itu saya terima tapi penghargaan itu juga selayaknya diterima oleh semua pihak yang saya ajak bekerja secara bersama-sama di dalam menangani covid-19. Ini merupakan kerja kolektif, bukan kerja gubernur,’’ ujar Koster.
‘’Itulah sebabnya saya memberikan penghargaan mewakili Pemerintah Provinsi Bali juga masyarakat Bali memberikan penghargaan ini betul-betul penuh pertimbangan,’’ lanjutnya.
Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini lanjut memaparkan, satu yang di luar konteks penanganan pandemi covid-19 diberikan kepada Kakanwil Pertanahan. Mengapa pihaknya memberikan penghargaan kepada Kakanwil Pertanahan karena sejak menjadi gubernur penanganan dalam rangka pembebasan lahan yang sangat krusial, penuh konflik oleh banyak pihak yang berkepentingan dan hampir mustahil diselesaikan, bisa diselesaikan dengan sangat baik.
Pertama, ungkap Gubernur yang mantan anggota DPR-RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini, pembebasan lahan Pelindungan Kawasan Suci Besakih. Program ini sudah sejak dulu direncanakan dari gubernur pertama tapi tak pernah berhasil. ‘’Pembebasan lahan saya pimpin langsung dibantu Kanwil Pertanahan akhirnya berjalan dengan baik, sukses, lancar. Astungkara program Pelindungan Kawasan Suci Besakih akan selesai pada tahun 2022 ini,’’ ujarnya.
Kemudian pembebasan lahan sangat rumit, luas penuh dengan konflik adalah pembebasan lahan dalam rangka Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang luasnya 334 ha. ‘’Ruwet, tangan mafia banyak, kalau tak tangan dingin dan tepat, tak saja ruwet secara sekala, tetapi juga angker, tenget. Jadi kalau di situ tak dikelola dengan niat tulus lurus saya pastikan tak akan jalan,’’ ujar Gubernur jebolan ITB ini.
Ketiga, lanjut Gubernur Koster menyelesaikan pembebasan dalam konteks reforma agraria di Desa Sumberklampok Buleleng, yang sebenarnya sudah muncul tahun 1930 dan menjadi sengketa sejak tahun 1960. ‘’Tidak jadi-jadi, tak beres-beres, tak selesai. Akhirnya karena kita bekerja dengan niat yang baik tulus lurus, selesai,’’ bebernya.
Akhirnya, para pihak yang tadinya berkepentingan jadi calo gagal semua dikalahkan dengan orang-orang yang bekerja niatnya baik. Sampai menjadi perhatian bapak Menteri ATR, Kepala Staf Kepresidenan Muldoko. Itu merupakan satu-satunya reforma agraria yang selesai dengan sangat mulus dengan luas yang cukup luas 612 ha, sementara di daerah lain penuh konflik berlarut-larut tidak selesai. Itulah sebabnya perlu diberikan penghargaan kepada Kakanwil BPN Bali.
Namun, Gubernur yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengatakan masih ada tahap berikut akan dilakukan penilaian secara kongkret dan objektif dengan parameter yang bisa dipertangungjawabkan dalam konteks menjalankan pembangunan di Bali melaksanakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Jadi ini masih berlanjut yang sangat ditentukan pencapaian kinerja terbaik. ‘’Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada bapak-bapak yang telah mendedikasikan pengabdiannya terbaik tentu bersama jajarannya,’’ pungkas Gubernur Koster. (sar/hmbal)







































