Beranda Badung News HUT Ke-49, Perumdam Tirta Mangutama Badung Gelar Aksi Sosial Donor Darah

HUT Ke-49, Perumdam Tirta Mangutama Badung Gelar Aksi Sosial Donor Darah

bvn/sar

PIAGAM DONOR DARAH – Dirut Perumdam Tirta Mangutama Wayan Suyasa didampingi Dirum Made Sugita dan pejabat lainnya memperlihatkan piagam pascadonor darah yang digelar serangkaian HUT ke-49, Jumat (26/9/2025).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Serangkaian HUT ke-49, Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung menggelar aksi sosial donor darah, pada Jumat (26/9/2025). Kegiatan yang digelar di lantai III Kantor Pusat Perumdam Tirta Mangutama di Kapal menargetkan 50 kantong darah dari berbagai golongan.

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Badung dan RS Balimed tersebut juga memberikan layanan cek kesehatan seperti kadar gula darah, asam urat dan yang lainnya. Selain untuk karyawan Perumdam Tirta Mangutama, layanan kesehatan ini juga masyarakat umum.

Ditemui di sela-sela acara, Direktur Utama Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung Wayan Suyasa didampingi Dirum Made Sugita dan Ketua Panitia HUT Ary Gunawan menerangkan, aksi sosial donor darah merupakan kegiatan rutin Perumdam Tirta Mangutama menjelang peringatan ulang tahun yang jatuh pada 21 Oktober setiap tahunnya. “Donor darah digelar sebagai kepedulian kami akan permasalahan kemanusiaan,” ujarnya.

Menurutnya, darah merupakan hal terpenting dalam kehidupan, sehingga pegawai sangat antusias mengikuti kegiatan donor darah yang digelar Perumdam. “Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan PMI Badung, selanjutnya PMI-lah yang menyalurkan darah ini kepada yang memerlukan,” tegasnya sembari menambahkan, target darah pada tahun 2025 ini mencapai 50 kantong.

Wayan Suyasa mendaftar donor darah.

Selain donor darah, ujar Wayan Suyasa, pihaknya juga menggelar cek kesehatan bagi pegawai dan masyarakat. Tak hanya pegawai, satpam dan cleaning service juga melakukan tes kesehatan untuk memastikan tenaga kerja dalam keadaan sehat ketika memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster Tutup Festival Seni Bali Jani IV 2022

Pada HUT ke-49 tahun 2025 ini, Perumdam Tirta Mangutama tidak hanya menggelar donor darah. Sejumlah kegiatan lainnya juga digelar seperti penghijauan atau penanaman 1.000 mangrove, dan penanaman pohon-pohon penyerap air. Pohon-pohon ini akan ditanam di hulu yakni di Pucak Tedung, Petang.

Selain itu, Perumdam juga memberikan pencerdasan kepada masyarakat dan menyasar para siswa yakni water education. Satu lagi, Perumdam juga menggelar sarasehan untuk memberikan kesempatan kepada praktisi dan akademisi membahas apa itu air dan bagaimana cara penyelamatan serta pemanfataannya secara bijak.

Apakah kegiatan yang panjang ini tak mengganggu operasional perusahaan? Wayan Suyasa memastikan kegiatan HUT yang banyak ini tak mengganggu operasional. Setiap kegiatan digelar di sela-sela operasinal dan karyawan melakukannya secara bergilir. Kegiatan berjalan, operasional pun tak terhambat,” tegasnya/

Pada kesempatan tersebut, Wayan Suyasa menampik isu yang beredar bahwa Perumdam Tirta Mangutama merugi. Ini tidak benar. Dari zaman sebelumnya, tak pernah ada kerugian. Pada tahun 2025 yang merupakan hasil kegiatan tahun 2024 misalnya, Perumdam Tirta Mangutama mampu menyetorkan dana sekitar Rp 27 miliar yang nilainya 55 persen dari keuntungan. Angka ini terus menanjak sejak pandemi. “Kami berharap masyarakat selektif mendengar isu yang berkembang, namun kami terbuka untuk mendengarkan kritik untuk pembenahan-pembenahan,” tegasnya.

Untuk komunikasi dengan masyarakat, pihaknya juga membuka chanel-chanel untuk keterbukaan informasi baik menyangkut pelayanan dan aspek-aspek ekonomi. Perumdam Tirta Mangutama pun memperoleh penghargaan keterbukaan infomasi dari Komisi Informasi (KI).

Ditanya dampak banjir beberapa waktu lalu, Wayan Suyasa menyatakan sangat berdampak. Perumdam mengambil air baku di hilir yang sangat kotor karena kekeruhannya sangat tinggi dan ada material-material sampah. Pompa yang menarik air terganggu oleh sampah sehingga banyak pompa Perumdam yang rusak. Selain itu, kualitas air yang tak bagus karena berbagai kandungan di dalamnya memerlukan pemrosesan lebih panjang dengan membebani listrik dan memerlukan bahan-bahan tambahan. (sar)

Baca Juga  Wabup Suiasa Tinjau Sejumlah TPS Ingatkan Petugas KPPS Bekerja Sesuai Mekanisme