ist
Walikota GN Jaya Negara menandatangani prasasti di LPD Desa Adat Kesiman.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Kelawu (Bhatara Rambut Sedana), LPD Desa Adat Kesiman melaksanakan upacara Melaspas, Mendem Pedagingan lan Mecaru Rsigana di Pemerajan Kantor LPD Desa Adat Kesiman, Rabu (9/3). Upacara ini dihadiri Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Penglingsir Puri Kesiman AAN Kusuma Wardana, Ketua MDA Denpasar AA Ketut Sudiana dan pimpinan OPD terkait lainnya di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar beserta unsur Desa Adat Kesiman.
Dalam kesempatan ini Walikota Jaya Negara yang hadir pada upacara tersebut, berkesempatan melaksanakan salah satu prosesi mendem pedagingan, penandatanganan prasasti dan ngaturang punia.
Walikota Jaya Negara sangat mengapresiasi LPD Kesiman, yang mana dalam masa pandemi covid 19 ini masih bisa membantu masyarakatnya di dalam perekonomian walaupun masih dalam skala lingkungan warga Kesiman. Dengan selesainya pemugaran pemerajan LPD ini, bisa menambah serada bakti segenap pengurus LPD terhadap Tuhan dan menambah komitmen LPD Kesiman di dalam mempercepat pelayanan khususnya bidang keuangan terhadap warganya, yakni peningkatan kualitas pelayanan.
“LPD Kesiman ini saya sangat apresiasi, disebabkan pengelolaan dan keuntungan LPD Kesiman ini yang terbaik di Denpasar, berarti pengelolaan LPD Kesiman ini sudah profesional. Saya mengucapkan terima kasih karena dengan keberadaan LPD sangat membantu pemerintah dan masyarakat tentunya dalam menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Sementara Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna mengatakan, pemugaran pemerajan LPD Desa Adat Kesiman dikerjakan selama 6 bulan, dengan menghabiskan biaya kurang lebih Rp 891 juta, baik fisik dan upakara, yang dipuput Ida Peranda Putra Keniten, Griya Tengah Banjar Ujung Desa Adat Kesiman.
Selain itu adapun aset yang dimiliki oleh LPD Desa Adat Kesiman terhitung dari Januari Sampai Desember tahun 2021 sebesar Rp 325 miliar dan sampai Februari 2022 ini bertambah Rp4,5 miliar dengan total sekarang menjadi Rp 329 miliar. (wes/hmden)







































