Beranda Badung News Kampanye Terakhir di Penarungan, Puluhan Ribu “Kunang-kunang” Pastikan Kemenangan Suyadinata

Kampanye Terakhir di Penarungan, Puluhan Ribu “Kunang-kunang” Pastikan Kemenangan Suyadinata

bvn/sar

PADATI LAPANGAN – Puluhan ribu “kunang-kunang”, Sabtu malam (23/11/2024) padati Lapangan Ratu Pekak Rawig Penarungan dan memastikan kemenangan Suyadinata di Pilkada Serentak 2024.

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Mengakhiri rangkaian kampanye Pilkada Serentak 2024, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Badung I Wayan Suyasa dan I Putu Alit Yandinata (Suyadinata) menggelar kampanye di Lapangan Ratu Pekak Rawig Penarungan Mengwi, Badung, Sabtu (23/11/2024). Selain Paslon Suyadinata, kampanye tersebut dihadiri anggota DPR RI Gede Sumarjaya Linggih, Ketua Tim Pemenangan Mulia-PAS yang juga Wakil Ketua DPRD Bali Wayan Disel Astawa, Ketua Tim Pemenangan Suyadinata Badung AA Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok), Ketua Tim Relawan Made Widiada, anggota Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Gerindra DPRD Badung seperti Gede Suraharja, Nyoman Artawa, Made Suparta, Putu Sika Adi Putra, dan Wayan Puspa Negara.

Acara yang diisi dengan pasar murah beras tersebut dihadiri puluhan ribu krama Penarungan dan sekitarnya. Yang menarik, memasuki malam, lampu lapangan dipadamkan selanjutnya puluhan ribu krama menghidupkan flash HP masing-masing sehingga kelihatan seperti kunang-kunang. Saat itulah, krama yang hadir mendeklarasikan kemenangan Suyadinata untuk Bupati dan Wakil Bupati Badung 2025-2030.

Krama mengaku siap memilih dan memenangkan paslon nomor urut 1 tersebut pada Pilkada Serentak yang digelar pada Rabu, 27 November 2024. “Kami siap mendukung, mencoblos dan memenangkan Suyadinata untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Badung 2025-2030,” ujar puluhan ribu krama secara kompak.

Suyadinata menitip diri ke krama Badung.

Pada acara yang dibuka dengan Tari Sekar Jepun tersebut, tokoh masyarakat yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Gede Sumarjaya Linggih mengajak krama untuk memilih Suyadinata. Pertimbangannya, tentu untuk perubahan dan pendapatan Badung digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat Badung.

Baca Juga  Dengarkan Pandangan Umum Fraksi, Wagub Cok Ace Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bali

Selain itu, pertimbangan satu jalur. Presidennya Prabowo, Gubernurnya Mulia PAS dan bupatinya Suyadinata. Dengan satu jalur, program pembangunan yang dirancang akan mendapat dukungan penuh pemerintah pusat. “Mau apa tidak memillih Suyadinata dan Mulia PAS,” tanyanya dijawab kompak mau.

Hal sama diungkapkan Wayan Disel Astawa. Dengan memilih Mulia PAS dan Suyadinata, dipastikan akan terjadi satu jalur, satu komando. “Dengan begitu, dukungan pemerintah pusat terhadap kebutuhan daerah pasti akan mendapat prioritas,” tegasnya.

Setelah itu, barulah Paslon Wayan Suyasa didampingi Putu Alit Yandinata naik ke panggung. Wayan Suyasa tidak lupa menitip diri dan nyukserahang padewekan kepada warga Badung. Sebagai warga wed (asli, red) Penarungan Mengwi, Suyasa membangkitkan rasa wirang krama untuk memilih Suyadinata karena paslon ini jelas milik krama.

Suyasa kembali menyoroti perilaku prajuru yang masih menekan-nekan krama untuk memaksakan kehendak memenangkan paslon tertentu. Jika ini tetap terjadi, Suyasa me-warning prajuru semua untuk berhati-hati. “Masyarakat tak mungkin bisa ditekan-tekan atau dipaksa-paksa. Mereka sudah cerdas untuk menentukan pilihannya,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Putu Alit Yandinata memaparkan program-program sesuai dengan visi dan misi Suyadinata yakni membawa masyarakat Badung menuju “Sejahtera, Bahagia dan Merata”. Programnya berupa Rp 2 miliar per desa adat, Rp 1 miliar per banjar adat, Rp 150 juta per subak, Rp 25 juta santunan kematian dan Rp 2 juta untuk tunjangan lansia.

Program lainnya kesehatan gratis dengan peningkatan kualitas dan kuantitas layanan seperti memberi pelayanan terlebih dahulu baru urus administrasi, serta ada call centre. “Begitu warga mengontak, petugas langsung datang untuk menjemput pasien,” tegas mantan anggota DPRD Badung 4 periode tersebut.

Di bidang pendidikan, ujarnya, tetap gratis mulai PAUD, TK, SD dan SMP. Khusus untuk SMA/SMK tetap gratis lewat koordinasi dengan Pemprov Bali, karena SMA/SMK menjadi kewenangan provinsi. “Satu lagi di bidang pendidikan, satu KK satu sarjana,” ujarnya sembari menambahkan program be celeng tetap jalan dengan memberikannya kepada setiap KK HIndu menjelang Galungan, sementara umat lain menyesuaikan.

Baca Juga  Koster-Giri Komit Tuntaskan Infrastruktur di Selat Karangasem

Program ini mendapat sambutan antusias dari warga. Warga pun meneriakkan yek-yel “Suyadinata Bupati Badung, Suyadinata Pasti Menang, Suyadinata Kenyemin Manten”. Yel-yel masih berlanjut dengan “Mulia PAS Gubernur Bali, Mulia PAS Menang Menang Menang, dan Mulia PAS No Drama”.

Selesai memaparkan program ini, Alit Yandinata kembali menanyakan, apakah warga siap memenangkan Suyadinata dan Mulia PAS, warga pun menjawab siap. Karena itu, Alit Yandinata minta panitia mematikan lampu lapangan selanjutnya minta krama menghidupkan flash HP masing-masing sehingga terlihat seperti kunang-kunang di malam hari. Suasana pun hening dan krama kembali menyatakan secara bulat mendukung, memilih dan memenangkan Suyadinata dan Mulia PAS.

Acara berikutnya diisi dengan simulasi pencoblosan yang diisi dengan dramatari Cupak Gerantang. Cupak pun menjemput Gede Sumarjaya Linggih dan Disel Astawa untuk melakukan pencoblosan kertas suara nomor urut 1 Mulia PAS, sementara untuk Suyadinata dicoblos oleh Ketua Tim Pemenangan Suyadinata Kabupaten Badung AA Bagus Tri Candra Arka.

Pada sesi akhir diisi dengan acara hiburan dengan penampilan Jegeg Bulan yang populer dengan lagunya “Cara Bebek” dan Ray Peni. Krama pun tetap antusias menontong hingga acara berakhir sebelum pukul 24.00. (sar)