ist
RAKOR – Gubernur wayan Koster menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Kapolda, Danrem 163/Wirasatya, dan bupati/walikota se-Bali membahas penanganan covid-19 dan vaksinasi, Rabu (23/6/2021).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Gubernur Bali Wayan Koster, rabu (23/6/2021) menyampaikan informasi penting terkait dengan perkembangan covid-19 di Provinsi Bali. Sejak 14 Mei sampai 18 Juni 2021, penambahan kasus baru covid-19 sudah stabil diangka dua digit,
bahkan di bawah 50 kasus per hari. Tingkat kesembuhan, ujarnya, sudah sempat mencapai angka 96%, tingkat kematian terus menurun di bawah 5 orang per hari, dan kasus aktif terus menurun sampai mencapai angka di bawah 400 orang (di bawah 1%).
Namun sejak tanggal 19 Juni sampai 23 Juni 2021, ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Bali tersebut, terjadi peningkatan kasus baru, yaitu 19 Juni 2021 terdapat 155 kasus baru, 20 Juni 2021 terdapat 106 kasus baru, 21 Juni 2021 terdapat 91 kasus baru, 22 Juni 2021 terdapat 127 kasus baru, dan 23 Juni 2021 terdapat 187 kasus baru.
“Secara akumulatif, jumlah kasus aktif meningkat mencapai 919 orang (1,89%). Astungkara, tingkat kesembuhan masih tetap terjaga pada angka yang cukup tinggi yaitu mencapai 94,95%, dan jumlah yang meninggal tetap rendah, kurang dari 5 orang per hari. Pasien yang meninggal hampir semua disertai penyakit
bawaan seperti hipertensi, jantung, paru-paru, dan komplikasi diabetes,” ujar mantan anggota DPR RI tiga periode tersebut.
Berkenaan dengan perkembangan kasus baru covid-19 tersebut, Gubernur telah mengambil langkah cepat dengan melaksanakan rapat koordinasi bersama Kapolda Bali, Danrem 163/Wirasatya, dan walikota/bupati se-Bali, tanggal 23 Juni 2021. Rapat membahas peningkatan penanganan covid-19 dan percepatan vaksinasi masal.
Berkenaan dengan peningkatan penanganan covid-19 berlaku kebijakan yakni terus memperketat protokol kesehatan covid-19 di desa/kelurahan/desa adat, pasar tradisional, pasar
modern, pasar swalayan, wilayah destinasi pariwisata, hotel, travel, dan restoran, serta melakukan pemeriksaan rapid test antigen secara acak di sejumlah lokasi tempat aktivitas masyarakat. Berikutnya, meningkatkan tracing, testing, dan treatment (3 T), serta pengetatan persyaratan bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) melalui transportasi udara, darat, dan laut, menuju ke Bali.
Penumpang pesawat udara dan pelabuhan penyeberangan menuju Bali agar memastikan memakai surat keterangan negatif rapid test antigen, dan swab berbasis PCR dengan QR code, untuk memastikan tidak palsu. Yang lain, memperketat pengawasan penumpang oleh KKP, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP didukung oleh TNI Polri, memperketat pengawasan penumpang oleh petugas maskapai, meningkatkan operasi yustisi oleh Satpol PP dibantu oleh TNI Polri dan Imigrasi, melakukan inspeksi mendadak oleh Satgas Covid-19, melakukan sampling acak.
Langkah selanjutnya, menyiapkan tempat karantina secara terpusat di provinsi dan kabupaten/kota. Gubernur juga memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali bekerja sama dengan Rumah Sakit Sanglah dan Universitas Udayana agar melakukan penelitian terhadap kasus baru guna mengetahui apakah kasus baru covid-19 merupakan varian jenis baru covid-19 seperti yang terjadi di India dan Afrika Selatan serta melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang berpotensi tertular.
Gubernur pada kesempatan itu memaparkan soal percepatan vaksinasi krama/warga. Pencapaian vaksinasi dari target jumlah penduduk yang divaksinasi 3.000.000 orang (70% dari 4,3 juta orang penduduk Bali) agar terbentuk kekebalan kelompok masyarakat (herd immunity). Sampai 23 Juni 2021, katanya, jumlah penduduk yang sudah divaksinasi suntik ke-1 sebanyak
2.018.155 orang (67,36%) dan jumlah penduduk yang sudah divaksinasi suntik ke-2 sebanyak 725.824 orang (24,23%). Pencapaian vaksinasi ini merupakan tertinggi di Indonesia.
Sedangkan jumlah penduduk yang belum divaksinasi suntik ke-1 sebanyak 981.845 orang. Percepatan vaksinasi dengan target pada tingkat provinsi minimum 50.000 orang per hari, atau pada tingkat kabupaten/kota sebanyak 5.000 – 8.000 orang per hari.
Target waktu selesai vaksinasi suntik ke-1 adalah paling lambat pada 10 Juli 2021. Target waktu selesai vaksinasi suntik ke-2 adalah paling lambat pada 10 September 2021.
Percepatan vaksinasi suntik ke-1, ujar Gubernur, dilakukan dengan cara memakai pendekatan vaksinasi masal berbasis banjar dan komunitas, menyiapkan tenaga vaksinator sesuai kebutuhan dan memperbanyak Tim Vaksinator, bekerja sama dengan RS pemerintah, RS swasta, Perguruan Tinggi Kesehatan, TNI dan Polri, pihak hotel, dan pihak lain, memobilisasi warga desa/kelurahan dan desa adat agar mengikuti program vaksinasi dengan melibatkan kepala desa/lurah, bendesa adat, Babinsa, Babinkamtibmas, pacalang, yowana, TP PKK, dan tokoh masyarakat desa. “Bila perlu agar desa adat menerapkan kearifan lokal masing-masing untuk mengundang krama agar tergerak mengikuti vaksinasi,” ujar Gubernur.
Langkah berikutnya, meningkatkan koordinasi antara Satgas Covid-19 provinsi dan kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi, TNI, dan Polri akan memfasilitasi dukungan percepatan vaksinasi, vaksinasi dilaksanakan setiap hari termasuk Sabtu dan Minggu, tidak ada hari libur.
Selanjutnya Gubernur meminta pemerintah kabupaten/kota agar melakukan percepatan vaksinasi suntik ke-2 dengan cara memastikan penggunaan vaksin Astrazeneca dengan batas waktu 8 minggu untuk vaksinasi suntik ke 2, membagi penugasan Tim Vaksinator suntik ke-1 dan suntik ke-2.
Atas koordinasi dan komunikasi secara intensif melalui Menteri Kesehatan, ujar Wayan Koster, sampai 22 Juni 2021, Bali memperoleh vaksin 3.914.720 dosis atau sekitar 65,24% dari 6 juta dosis vaksin yang diperlukan. “Ini merupakan jumlah alokasi vaksin tertinggi di Indonesia,” ungkap Gubernur.
Sehubungan dengan meningkatnya kasus baru covid-19 di luar Bali yang merupakan varian baru dan banyak menyerang anak usia di bawah 18 tahun, Gubernur mengimbau, mengingatkan, menegaskan, dan mengajak seluruh masyarakat agar menaati pelaksanaan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan
Era Baru di Provinsi Bali. Berikutnya, tetap tertib dan disiplin menerapkan Pola Hidup Sehat dan Bebas Covid-19 dengan 6M yaitu memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun tubuh, dan menaati aturan.
Selanjutnya, membatasi jumlah peserta, selalu berhati-hati, dan penuh kewaspadaan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, adat, agama, seni, budaya, dan sosial serta kegiatan kemasyarakatan lainnya. Mengikuti program vaksinasi pencegahan covid-19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi
bersama Pemerintah Kabupaten/Kota demi terwujudnya kesehatan krama Bali.
Kepada walikota/bupati, camat, kepala desa/lurah, dan bendesa adat se-Bali serta seluruh komponen masyarakat, Gubernur meminta agar terus bekerja keras, tanpa lelah, melakukan upaya serius dengan mengambil langkah secara bersama-sama bergotong-royong untuk mencegah penyebaran covid-19. “Dengan pencapaian penanganan covid-19 yang baik, kita berharap rencana membuka wisatawan mancanegara
pada akhir Juli 2021 akan disetujui oleh Pemerintah Pusat sehingga dapat dilaksanakan sesuai aspirasi masyarakat Bali.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengajak kita semua terus memanjatkan doa dengan keyakinan masing-masing memohon kehadapan Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa agar alam Bali beserta isinya selalu dalam kondisi nyaman, aman, dan damai sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Editor N. Sarmawa








































