Beranda Berita Utama Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 279 Orang, Kasus Positif Bertambah...

Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 279 Orang, Kasus Positif Bertambah 242 Orang

ist

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Meski kasus sembuh covid-19 secara konsisten terus bertambah, penambahan kasus positif covid-19 di Kota Denpasar masih terjadi. Berdasarkan data resmi pada Selasa (24/8) kasus sembuh covid-19 bertambah 279 orang. Di hari yang sama, pasien positif bertambah 242 orang. Dari jumlah tersebut 49,59 persen atau 120 orang diketahui belum mengikuti vaksinasi dan 28,10 persen atau 68 orang berstatus warga luar Kota Denpasar.

Sementara itu, kasus meninggal dunia bertambah 14 orang dengan status terkonfirmasi positif covid-19. Sebanyak 13 orang yang meninggal dunia belum divaksinasi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, tren penularan bagi masyarakat yang belum vaksinasi masih tinggi, sehingga masyarakat diharapkan untuk mengikuti vaksinasi. Selain itu, kasus meninggal dunia juga masih tinggi dengan dominasi masyarakat yang belum vaksinasi. Karenanya, kewaspadaan bersama serta kesadaran untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan wajib ditingkatkan.

“Kondisi ini menggambarkan tantangan penanganan pandemi covid-19 di Kota Denpasar dengan tipe masyarakat yang heterogen, sehingga diperlukan kerja sama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat. Kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM Level 4,” ujar Dewa Rai.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif tercatat 34.767 kasus, angka kesembuhan pasien covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 31.456 orang (90,48 persen), meninggal dunia 788 orang (2,27 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 2.523 orang (7,26 persen).

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 4 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi covid-19 dengan varian baru.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Dorong Kreativitas dan Inovasi Penyandang Disabilitas

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus covid-19 di Denpasar meningkat. Jadi intinya kapan pun dan di mana pun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi. Dalam beberapa minggu terakhir kasus mengalami peningkatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan, berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun. “Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi covid-19,” ajak Dewa Rai. (gie/hmden)