bvn/sar
Dirut Wayan Suyasa didampingi Dirum made Sugita.
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Suksesnya gelaran Presidensi G20 membawa dampak positif bagi Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung. Sektor pariwisata menggeliat, tingkat hunian hotel meningkat dan konsumsi air minum produksi Perumda di kalangan hotel pun meningkat. Akibatnya, kinerja dan produktivitas Perumda Air Minum Tirta Mangutama meningkat drastis.
Hal itu diungkapkan Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa didampingi Dirum Made Sugita serta Dewan Pengawas dan Komite Audit saat media gathering yang digelar di sebuah rumah makan di bilangan Lukluk, Jumat (16/12/2022). Media gathering tersebut diikuti puluhan media baik cetak, elektronik, maupun media online.
Menurut Suyasa, hingga akhir November lalu, keuntungan yang berhasil diraup Perumda menembus angka Rp 10 miliar. Hal ini dapat dipastikan karena konsumsi air di kalangan bisnis meningkat sehingga kinerja perumda terdongkrak. “Karena 2022 mampu di angka itu, pada 2023 kami akan memasang target keuntungan di atas angka Rp 10 miliar,” tegasnya.
Dia pun mengakui, target yang akan dipasangnya di angka moderat. Artinya tidak terlalu optimis dan tidak pula pesimis. Hal ini karena prediksi bahwa pada 2023, negara di dunia akan mengalami resesi. “Kami pastikan targetnya moderat di tahun 2023,” katanya.
Di tengah membaiknya kondisi ekonomi akibat kembali bangkitnya sektor pariwisata, Suyasa pun menerapkan gebyar diskon untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan memperluas pelayanan air minum kepada masyarakat. “Pasang baru pada rumah tangga dengan listrik 450 watt hanya dikenakan Rp 300.000. Pada rumah tangga dengan listrik 900 watt dikenakan hanya Rp 500.000, dan rumah tangga dengan listrik 1.300 hingga 2.200 dikenakan Rp 900.000. Untuk sektor usaha pun, diskon pasang baru ini berlaku,” tegasnya.
Dampak dari gebyar diskon ini, ujar Suyasa, jumlah pelanggannya meningkat hingga 500 pelanggan. Dia menegaskan, penambahan pelanggan ini dimaksudkan untuk memperluas cakupan pelayanan air minum kepada masyarakat, tak semata-mata keuntungan. Dia menegaskan, dari 75.000 pelanggan, 10.000 di antaranya berasal dari kalangan bisnis. “Angka 10.000 inilah mensubsidi pelanggan lainnya yang berjumlah 65.000 lainnya,” tegasnya.
Lantas bagaimana dengan lost atau kehilangan air saat ini? Ditanya seperti ini, Suyasa menyatakan sudah mampu ditekan dari 42 persen sebelumnya menjadi 36 persen.
Dikatakan, kehilangan air disebabkan faktor teknis dan nonteknis. Secara teknis jelas karena kebocoran jaringan. Di daerah Badung Utara, kebocoran akan lama terdeteksi karena air langsung terserap ke tanah. Sementara di Badung Selatan karena tanahnya berbatu dan gembur, kebocoran lebih cepat terdeteksi.
Sementara untuk nonteknis, tentu saja salah satunya disebabkan kecurangan pihak-pihak tertentu. Misalnya pencurian atau kecurangan lainnya. Jika memang karena pencurian, Suyasa memastikan akan diambil tindakan tegas dengan cara membayar pemakaian air (yang hitung-hitungannya sudah disiapkan) serta tak tertutup kemungkinan masuk ke ranah pidana.
Pada kesempatan itu, Suyasa didampingi Dirum Sugita tak lupa mengucapkan Selamat Natal bagi warga yang merayakan serta Selamat Tahun Baru 2023 bagi kita semua. “Semoga di tahun 2023, segala rencana dan harapan bisa tercapai,” ujarnya menutup gathering tersebut. (sar)








































