Beranda Badung News Komisi III DPRD Badung Bedah Persoalan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana

Komisi III DPRD Badung Bedah Persoalan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana

ist

SIDAK – Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata memimpin pertemuan saat sidak ke Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, Senin (27/8) kemarin.

 

MANGUPURA (BALIVIRAL NEWS) –

Komisi III DPRD Badung, Senin (26/8) kemarin melakukan sidak ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung.

Dalam sidak tersebut, ada sejumlah persoalan yang menjadi sorotan Komisi yang membidangi pendapatan dan aset tersebut, diantaranya masalah overloudnya pegawai, permodalan dan sarana gedung. Secara khusus Komisi III bahkan mengusulkan agar unit Pasar Beringkit dilakukan peremajaan, sehingga pasar yang satu lokasi dengan Pasar Hewan tersebut bisa menjadi pasar tradisional modern lengkap dengan mallnya.

Sidak rombongan Komisi III dipimpin langsung Ketua Komisi III, Putu Alit Yandinata. Hadir para anggotanya seperti I Wayan Sandra, I Made Retha, I Nyoman Satria, I Made Suryanda Pratama,  Nyoman Triani, dan Nyoman Graha Wicaksana. Sementara dari pihak Perumda Pasar hadir langsung Dirut I Made Sukantra beserta jajarannya.

Alit Yandinata usai pertemuan menegaskan bahwa banyak persoalan yang sejatinya perlu dibenahi di Perumda Pasar Mangu Giri Sedana. Persoalan-persoalan tersebut, menurutnya adalah persoalan klasik yang hingga kini belum terselesaikan.

“Permasalahan yang dari dulu ada di Perumda Pasar ini adalah overloud SDM, masalah permodalan dan sarana gedung,” ungkapnya.

Nah, untuk masalah SDM, ia minta pihak Perumda segera mencarikan solusi. Sehingga kelebihan SDM ini tidak terus-terusan menjadi beban perusahaan.

Sebagai salah satu solusi, pihaknya di Komisi III bahkan mengusulkan agar unit Pasar Beringkit yang nota bena unit pasar terbesar milik Perumda dilakukan peremajaan gedung. Ia bahkan berharap pasar ini bisa disulap menjadi pasar tradisional modern lengkap dengan mall. Dengan begitu, SDM yang selama ini banyak ‘nganggur” bisa dioptimalkan untuk diposisikan di pasar ini.

Baca Juga  Prodi MKN FH Unud Gelar Seminar Nasional “Profesionalitas Notaris Dalam Menghadapi Tantangan Era Society 5.0”

“Usul kita Pasar Beringkit agar diremajakan, menjadi pasar tradisional modern dan dilengkapi mall. Dengan begitu, SDM bisa dimaksimalkan, pendapatan pun kita harapkan bisa meningkatkan. Sehingga Pemkab tidak rugi memberikan penyertaan modal Rp 33 miliar,” ujarnya.

Sejauh ini, Alit Yandinata menilai langkah-langkah yang diambil jajaran direksi belum mampu secara optimal mengangkat kebaradaan Perumda ini terutama dari segi pendapatan. Praktis penyertaan modal sebesar Rp 33 miliar yang digelontor Pemkab Badung ke Perumda belum memberikan keuntungan balik ke pemerintah. Dari sembilan unit pasar yang dikelola Perumda Pasar belum semuanya memberikan kontribusi positif bagi Perumda dan PAD Badung.

“Kami lihat secara hitung-hitungan bisnis sudah sangat tidak rasional (tidak masuk akal). Perumda ini kan menjual jasa bukan barang. Yaitu dengan menyewakan kios dan parkir di sembilan unit pasar yang dikelolanya. Masalahnya masak, kios seratus, pegawainya seratus. Loginya dimana dapat untung?,” tanya Alit Yandinata.

Dengan terbangunnya Pasar Beringkit berwajah baru nanti, pihaknya berharap selain mampu memaksimalkan SDM yang sudah ada juga bisa meningkatkan pendapatan pasar. Saat ini ada 224 pegawai Perumda Pasar yang tersebar di sembilan unit pasar di Badung.

 Mengenai anggaran untuk menyulap Pasar Beringkit, ia bahkan menyebut bisa bersumber dari APBN, APBD dan ataupun kerjasama dengan pihak swasta.

“Untuk anggaran (bangun gedung dan mall, red) kan bisa bersumber dari pusat, daerah dan swasta. Yang penting bagaimana menggeliatkan pasar itu, sehingga bisa mendapat untung dan mensejahterakan pegawai,” terangnya.

Pihaknya pun tak sependapat apabila untuk mencari untung Perumda harus mengangkat tarif sewa kios. Pasalnya, salah satu tujuan berdirinya Perumda juga adalah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan UMKM. “Kalau tarifnya dinaikan berarti tidak berpihak pada UMKM. Makanya kami sarankan agar buat terobosan baru. Kalau dibiarkan seperti ini sampai kapanpun pendapatan Perumda Pasar tidak akan bisa maksimal,” tegas politisi asal Dauh Yeh Cani Abiansemal ini.

Baca Juga  Jadi Sumber Pendapatan Alternatif, Bupati Giri Prasta Resmikan Balai Budaya Giri Nata Mandala

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dengan dijadikanya Pasar Beringkit sebagai pasar tradisional modern dan dilengkapi mall maka kolaborasi dalam operasional Pasar Beringkit dengan Pasar Hewan bisa dilakukan.

 “Lebih baik peremajaan SDM dan peremajaan gedung Pasar Beringkit dulu. Jadikan Pasar Beringkit pasar tradisional modern lengkap mall. Nanti, kalau Pasar Hewan misalnya tidak buka,  maka untuk mengisi kekosongan bisa dialihkan ke pasar tradisional modern dan mall. Dengan begitu, aktivitas pasar bisa tiap hari hidup,” pungkasnya.

Edited by N. Suardani