Beranda Bali News Menhub Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Dermaga Sanur

Menhub Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Dermaga Sanur

Hosting Indonesia
ist
DERMAGA – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, Jumat (26/7) siang, meninjau lokasi rencana pembangunan dermaga Sanur.

 

DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, Jumat siang (26/7) kemarin, meninjau lokasi rencana pembangunan dermaga Sanur. Selain itu Budi Karya juga meninjau rencana pengembangan infrastruktur lainnya.
“Saya berkunjung ke Bali untuk melihat beberapa tempat karena Bali adalah tempat tujuan wisata. Oleh karena Bapak presiden ingin tempat wisata ini diberikan suatu dukungan, agar turis – turis itu mendapatkan suatu fasilitas yang baik,” terang Budi Karya di Sanur Denpasar.
Budi Karya mengatakan sebelumnya sudah ke bandara Ngurah Rai dan mengidentifikasi bahwa sekarang turis itu sudah mencapai 7 jutaan. “Kepadatannya tinggi dengan 30 movement, dari analisa yang kita lakukan ini bisa dijadikan 32 movement dalam satu jam. Kita sudah instruksikan gubernur dan kepada teman-teman di AP1  Bali,  untuk membuat bandara Ngurah Rai lebih produktif,” tukasnya.
Dengan cara meningkatkan movement – nya, kemudian dibuatkan cluster, jadi dari luar Bali tidak semua bisa langsung masuk Bali. Lalu utamakan ‘golden time’ itu untuk ‘flight’ internasional dan pesawat yang relatif kecil seperti ART itu dibatasi. “Nah kalau saya hitung ada 10 penerbangan internasional yang sudah mendaftar diantaranya dari Jepang, Taiwan, Bangladesh, Turki dan Kamboja,” ungkapnya.
Kalau penerbangan internasional itu tiap hari ada penambahan 10 ‘flight’ lagi, maka ada sekitar 2 ribu orang per hari atau penambahan 30 %. Jadi kalau penambahan penumpang 30% dari 7 juta bisa jadi 9 juta lebih. “Karenanya saya akan memantau secara khusus kesiapan bandara Ngurah Rai dalam menambah kapasitas. Dengan target awal 2020 itu sudah terjadi,” tandasnya.
Sanur dikatakan sangat potensial, ada suatu kegiatan yang belum terakomodir dengan baik. “Tapi sudah ada desain, itu akan kita finalkan, nanti akan kita kombinasi APBN dan kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), jadi APBN ada dan swasta juga bisa hadir disini swasta nasional  dan swasta internasional bisa hadir disini, dengan harapan akan terkelola dengan lebih profesional. Kita harapkan swasta yang hadir ini sudah berpengalaman secara internasional karena kita ingin Bali ini memiliki standar internasional,” katanya.
Jadi seperti bandara di Labuan Bajo, pihaknya undang swasta internasional seperti dari Singapura, Prancis, Jepang, Korea. Untuk di Sanur nanti juga akan kombinasikan, basiknya dari APBN dan sisanya yang menjurus specialized undang investor.
“Kita berharap wisatawan yang datang ke Bali itu menambah ‘Lang of stay’ dengan memberikan fasilitas yang nyaman  bagi mereka menuju Nusa Penida. Jadi bila sebelumnya yang berkunjung ke Nusa penida 1 juta orang, dengan membangun fasilitas pelabuhan maka jumlah wisatawan ke Nusa Penida menjadi 3 juta orang,” ucapnya. Dengan demikian separuh dari total wisatawan yang berkunjung ke Bali, berwisata ke Nusa penida, jadi ada tambahan.
Sambil meningkatkan kemampuan Bandara Ngurah Rai, juga disiapkan pelabuhan di Sanur, Tanah Ampo dan Benoa untuk cruise juga  dikembangkan. Kalau Benoa sudah final, dan tinggal skema bisnis, sedangkan di Sanur dan Tanah Ampo belum di bangun, untuk itu ia hadir di Sanur, khusus untuk memberikan dukungan terhadap pembangunan tersebut.
Untuk pembangunan pelabuhan Sanur di perkirakan akan menghabiskan dana Rp300 – 500 miliar, Benoa lebih dari Rp500 miliar, bandara Ngurah Rai tidak kurang dari Rp 2 triliun. Belum lagi saat ini juga sedang dipikirkan untuk pengembangan kereta api.
Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan untuk pelabuhan Sanur ini merupakan infrastruktur darat, laut dan udara yang terintegrasi. Yang laut ini kaitannya dengan segitiga Sanur, Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Ada tiga sasaran yang mau dijangkau yang pertama kepentingan tranportasi masyarakat lokal Nusa Penida yang hilir mudik ke Denpasar, yang kedua kepentingan pelayanan transportasi umat  saat ada upacara piodalan di pura dalem peed dan Nusa Penida menjadi objek wisata yang cukup menarik bagi wisatawan. Karenanya harus diberikan pelayanan fasilitas yang memadai dan mumpung mau di bangun sekalian dengan standar internasional.
“Ketika dipanggil Bapak presiden 22 April lalu, aspirasi ini saya sampaikan dan beliau langsung merespon dengan menghubungi bapak menteri perhubungan untuk memprogramkan. Bahkan beliau menginstruksikan itu secepat mungkin yang 2020, dan kehadiran bapak menteri hari ini untuk memastikan ini berjalan. Peran Pemda disini ada tanah milik daerah, dan dengan konsep KPBU ini sangat bagus karena akan memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga harus dikelola secara profesional,” pungkas Koster.
Edited by N. Suardani
Baca Juga  Mensos Tri Rismaharini Kunjungi Pameran IKM Bali Bangkit
Hosting Indonesia
Artikel sebelumyaWabup Suiasa Buka Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar, Lahirkan Pembina Pramuka Profesional
Artikel berikutnyaKPU Badung mulai Persiapkan Pilkada 2020