Beranda Another Region News Menjaga Terang Bali, Menguatkan Harapan Warganya

Menjaga Terang Bali, Menguatkan Harapan Warganya

bvn/hmpln

SERAHKAN BANTUAN – Perwakilan dispatcher berkesempatan berfoto bersama dengan penerima bantuan Ni Putu Febry Wulandari yang didampingi kakek dan neneknya.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Bagi masyarakat Bali, listrik bukan sekadar cahaya. Ia memastikan anak-anak bisa belajar pada malam hari, pelaku UMKM tetap berproduksi, rumah sakit melayani pasien tanpa henti, serta aktivitas pariwisata terus bergerak sebagai penopang ekonomi daerah. Di balik listrik yang andal itu, ada peran para dispatcher di PLN UP2D Bali yang bekerja tanpa jeda selama 24 jam.

Dari ruang kendali, mereka memantau sistem kelistrikan melalui teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Setiap perubahan beban, potensi gangguan, hingga kondisi darurat dianalisis dengan cepat dan presisi. Tujuannya satu, memastikan masyarakat tidak terdampak gangguan berkepanjangan dan roda ekonomi tetap berjalan.

Tantangan tersebut terasa nyata ketika terjadi gangguan transmisi Jawa–Bali pada 22 Februari 2026 yang berdampak pada sistem kelistrikan Bali. Dalam situasi penuh tekanan, para dispatcher bergerak cepat melakukan koordinasi lintas unit dan manuver sistem agar pemulihan berlangsung bertahap dan aman. Berkat respons sigap dan kolaborasi solid, sistem dapat kembali normal dalam waktu relatif singkat, sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan. Namun kontribusi mereka bagi masyarakat tidak berhenti pada keandalan listrik.

Di tengah tanggung jawab besar itu, sejumlah dispatcher PLN UP2D Bali secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu seorang anak yatim piatu, Ni Putu Febry Wulandari, yang tinggal bersama kakek dan neneknya di Jalan Wibisana, Denpasar. Keduanya bekerja serabutan dan berjualan perlengkapan sesajen di pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah sang cucu.

Bantuan yang diberikan berupa seragam dan perlengkapan sekolah, paket sembako, serta dukungan dana untuk kebutuhan harian. Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memastikan Putu Febry tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.

Baca Juga  Terbaik I, Pemkab Badung Raih Paritrana Award Provinsi Bali

“Saya sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk melanjutkan sekolah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga kebaikan Bapak dan Ibu semua dibalas dengan kesehatan dan kelancaran dalam bekerja,” ujarnya dengan haru.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra menegaskan, keberadaan PLN tidak hanya untuk menjaga sistem kelistrikan tetap andal, tetapi juga memberi dampak sosial bagi masyarakat sekitar. “Kami ingin memastikan manfaat kehadiran PLN benar-benar dirasakan masyarakat, baik melalui keandalan listrik yang menopang aktivitas sehari-hari maupun melalui kepedulian sosial yang tumbuh dari insan PLN itu sendiri,” ujarnya.

Bagi para dispatcher, menjaga terang Bali berarti menjaga keberlanjutan kehidupan warganya. Listrik yang menyala memastikan ekonomi bergerak, pelayanan publik berjalan, dan anak-anak tetap bisa bermimpi. Di sebuah rumah sederhana di Denpasar, kepedulian itu menjadi penguat harapan, bahwa energi yang mereka jaga setiap hari juga menghadirkan energi kebaikan bagi masyarakat. (sar/hmpln)