ist
BERTEMU KADIS – KNPI di bawah komando Nyoman Gede Antaguna bertemu Kadis Pendidikan dan Olahraga Boy Jayawibawa dan Kabidnya, Senin (31/1/2022).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Usai mengaku dipaksa memberikan kata sambutan sekaligus membuka Musprov KNPI Provinsi Bali XIV, Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali, akhirnya meminta maaf atas apa yang terjadi dalam Musprov tersebut, termasuk pernyataannya yang kontroversial dalam video yang beredar dan berbanding terbalik dengan kronologis yang dibuatnya.
“Dalam kesempatan ini saya meminta maaf. Semua itu kesalahan saya murni, saya khilaf,” ucapnya dengan nada lirih, usai dihadapkan dengan pengurus DPD KNPI Provinsi Bali, di bawah ketuanya, Nyoman Gede Antaguna dan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Boy Jayawibawa di kantornya, Senin (31/1/2022).
Menanggapi apa yang disampaikan Kabid Disdikpora Provinsi Bali, Nyoman Gede Antaguna atau kerap disapa Mang De, mengatakan, klarifikasi Kabid sudah kongkret dan jelas. Kabid mengakui kesalahannya, memberikan pernyataan melampaui kewenangannya selaku kabid. Namun setelah mendengar langsung penjelasan dari Mang De dan pengurus lainnya akhirnya Kabid pun mengakui kesalahannya.
“Tadi juga didengar Pak Kabid diintimidasi, dipaksa dalam acara tersebut. Tentunya ini preseden buruk bagi pemuda, yang menempatkan seseorang dalam posisi sulit, lantas disuruh berkomentar,” sesal Mang De. Celakanya apa yang disampaikan Kabid tidak sesuai dengan apa yang sebetulnya terjadi, sambungnya.
“KNPI Bali aktif melakukan program kerja, bukan berdiam diri. Yang perlu digarisbawahi kita tidak pernah meminta anggaran dari pemerintah. Dalam kemandirian kita beraktivitas dan bahu-membahu,” cetusnya.
Mang De juga menegaskan jika kepengurusannya hingga kini masih memegang SK Menkumham dan didukung 9 kabupaten/kota, bukan abal-abal seperti mereka yang melakukan Musprov.
“Pak Kabid juga akui acara tersebut sepi, tak banyak yang hadir. Tadi Kadis mengingatkan Kabid untuk lebih berhati-hati dalam menghadiri kegiatan, cek dan ricek dulu,” ujarnya, seraya mengatakan ada oknum di Bali yang berusaha memanfaatkan perpecahan di pusat demi kepentingan pribadinya. Namun sayangnya tindakan mereka inkonstitusional, jelas itu,” sentilnya. (sar/r)








































