Beranda Bali News Nabung Emas Cukup Lewat Ponsel, PT Pegadaian Perkenalkan Aplikasi Tring!

Nabung Emas Cukup Lewat Ponsel, PT Pegadaian Perkenalkan Aplikasi Tring!

bvn/sar

MEDIA GATHERING – Pinwil PT Pegadaian VII Bali Nusra Arief Rinardi Sunardi (lima dari kiri) berfoto bersama pejabat lainnya usai menggelar media gathering di Icon Mall Denpasar, Sabtu (25/10/2025).

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

PT Pegadaian Kanwil VII Bali-Nusra, Sabtu (25/10/2025) menggelar media gathering di Icon Mall Denpasar. Acara tersebut dihadiri Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Bali-Nusra Arief Rinardi Sunardi, Kepala Divisi SAPTI PT Pegadaian Supriyanto, Deputi Operasional Firsta Wuri Agung Baroto, Deputi Bisnis Area Denpasar 1 Kusumo Seno Aji, Deputi Bisnis Area Denpasar 2 I Gusti Agung Bagus Sutyatmika, Kepala Departemen Business Support I Made Suasmarajaya dan Kepala Departemen Risiko, Ichwan Prasetiyo. Acara ini juga dihadiri puluhan wartawan baik cetak, elektronik dan media online.

Pada media gathering tersebut, Pegadaian Kanwil VII menggelar sosialisasi dan memperkenalkan aplikasi Tring! yang baru diluncurkan awal Oktober ini. Selain itu, PT Pegadaian juga memperkenalkan fitur-fitur investasi emas digital, talkshow edukatif bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku UMKM, serta membahas literasi keuangan yang mudah dipahami masyarakat.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Bali Nusra Arief Rinardi Sunardi menjelaskan, Aplikasi Tring! sangat digandrungi anak muda atau kalangan GenZ. Hal ini karena menabung emas tanpa harus datang ke outlet, cukup dari gadget atau ponsel sendiri.

“Melalui aplikasi Tring!, anak muda bisa menabung emas tanpa harus datang ke outlet. Cukup dari ponsel, mereka bisa mencicil emas atau investasi mulai dari nominal kecil. Ini sejalan dengan semangat generasi muda yang ingin praktis tapi tetap produktif,” ujarnya.

Terungkap, pengguna Tring! didominasi oleh kalangan muda berusia di bawah 40 tahun. Pergeseran ini menandai keberhasilan Pegadaian dalam melakukan regenerasi nasabah yang sebelumnya lebih banyak berasal dari kelompok usia 45 tahun ke atas.

Baca Juga  Beri Dampak Peningkatan Ekonomi Bali, Wagub Cok Ace Apresiasi PICA Fest 2023

“Dengan digitalisasi, Pegadaian berhasil menjangkau segmen baru — mereka yang akrab dengan teknologi dan ingin belajar investasi tanpa repot. Bonus demografi ini adalah peluang besar untuk memperluas literasi keuangan,” tambahnya.

Khusus di Bali, ujarnya, antusiasme masyarakat terhadap aplikasi Tring! cukup tinggi. Hingga Oktober 2025, tercatat sudah ada 400 ribu pengguna, dan sekitar 70 persen di antaranya berada di wilayah Provinsi Bali. Lonjakan pengguna ini juga berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan emas yang mencapai 128 kilogram pada Oktober, naik hampir tiga kali lipat dibanding rata-rata awal tahun.

Dipastikan Aman

Pada kesempatan itu, Arief Rinardi Sunardi juga menjawab salah satu kekhawatiran pengguna aplikasi keuangan adalah soal keamanan transaksi. Menanggapi hal itu, Pegadaian memastikan sistem Tring! telah dilengkapi fitur mitigasi otomatis yang menjaga saldo nasabah tetap aman meski terjadi pending transaksi.

“Kami bekerja sama dengan sejumlah bank nasional dan melakukan rekonsiliasi berkala setiap jam. Jadi, kalau ada transaksi tertunda, sistem kami akan segera menyesuaikan agar tidak ada dana yang hilang,” jelas pihak manajemen Kanwil VII.

Bagi Pegadaian, aplikasi Tring! bukan hanya soal digitalisasi, tetapi juga soal edukasi gaya hidup finansial sehat. Anak muda diajak untuk mulai membangun kebiasaan menyisihkan sebagian uangnya, berapapun jumlahnya, untuk diubah menjadi aset yang bernilai stabil — emas.

“Kami ingin mengubah cara pandang generasi muda bahwa menabung bukan hanya di rekening, tapi bisa dalam bentuk emas. Dengan Rp10.000 pun mereka sudah bisa punya tabungan investasi,” ujar perwakilan Pegadaian.

Ke depan, Pegadaian menargetkan 4 juta pengguna Tring! hingga akhir 2025, dengan total 35 juta transaksi yang sebagian besar berasal dari investasi emas. Kolaborasi dengan platform digital seperti BRImo, Shopee, dan Bukalapak juga akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan Pegadaian.

Baca Juga  Jaga Keandalan Pasokan Listrik Sambut Presidensi G20, PLN Investasikan Rp 227,75 Miliar

Melalui pendekatan digital dan edukatif ini, Pegadaian berharap bisa menumbuhkan budaya menabung emas di kalangan muda — bukan hanya sebagai investasi, tapi juga simbol perencanaan masa depan yang cerdas dan bertanggung jawab. (sar)