Beranda Another Region News Optimalisasi Lahan Sempit, FKP Unud Lakukan Sosialisasi Hidroponik dan Akuaponik di Desa...

Optimalisasi Lahan Sempit, FKP Unud Lakukan Sosialisasi Hidroponik dan Akuaponik di Desa Musi

Hosting Indonesia

bvn/jubir-unud

HIDROPONIK – FKP Unud menggelar pengabdian sosialisasi hidroponik dan akuaponik di Desa Musi, Buleleng.

 

SINGARAJA (BALIVIRALNEWS) –

Kebutuhan pangan bagi manusia seperti sayuran dan buah–buahan semakin meningkat dengan seiring perkembangan jumlah penduduk. Belum lagi permasalahan ketersediaan lahan yang sangat minim terutama di daerah perkotaan.

FKP Unud bekerja sama dengan mahasiswa KKN PPM XVIII, pada Sabtu (19/8/2023) melaksanakan sosialisasi mengenai penggunaan hidroponik dan akuaponik sebagai salah satu solusi mengatasi ketahanan pangan dalam skala kecil. Sosialisasi tersebut juga dimaksudkan sebagai wujud nyata Universitas Udayana dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Acara yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Desa Musi Ketut Suadnyana, kelompok masyarakat Desa Musi yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani, para dosen di lingkungan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Unud. Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Kadek Suparta dari CV 9 Dewata Hidroponik dan Dr. Pande Gde Sasmita Julyantoro (Akademisi dan peneliti FKP Unud).

Dalam kata sambutannya, Dewa Ayu Angga Pebriani, MP selaku ketua pelaksana kegiatan dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM Desa Musi menyampaikan, urban farming dengan konsep hidroponik dan akuaponik merupakan salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan ketahanan pangan skala kecil di masyarakat. “Covid-19 tahun lalu telah memberikan dampak kepada seluruh Masyarakat, tak terkecuali pada aspek pangan. Pertanian dan budidaya pada perkotaan yang relatif memiliki lahan sempit juga menjadi permasalahan lain. Karena itu pengaplikasian akuaponik dan hidroponik merupakan salah satu upaya untuk memperkecil dampak tersebut karena sifatnya yang sangat mudah dan efektif serta efisien teruatama dalam pemanfaatan ruang,” tutupnya.

Pemaparan dan diskusi berjalan dengan sangat interaktif yang disampaikan oleh kedua narasumber, peserta pun terlihat sangat antusias, melalui pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan pada saat diskusi. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah masyarakat memiliki alternatif lain dalam memenuhi kebutuhan pangannya, terlebih pengaplikasian akuaponik dan hidroponik sangat mudah untuk dilakukan dan memiliki hasil panen yang tak kalah dengan metode konvensional serta kandungan nutri yang lebih sehat karena bersifat organik. (sar/jubir-unud)

Baca Juga  Dewan dan Eksekutif Sepakat, KUA dan PPAS Badung 2021 Rp 4,3 Triliun

Sumber: http://www.unud.ac.id

Hosting Indonesia