bvn/gung
DIAMANKAN – Tersangka Putu ADV yang diduga melakukan aborsi kini diamankan di Polsek Dentim.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Sebuah kejadian memilukan terungkap di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur. Polsek Denpasar Timur berhasil mengamankan sepasang muda-mudi yang diduga melakukan aborsi dan menguburkan bayi mereka di pantai.
Adapun kronologi penemuannya, menurut Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, kasus ini bermula saat seorang saksi GAS (33), melihat mobil Suzuki APV silver parkir di dekat Tugu Land Mark Pantai Padanggalak, Rabu (5/3/2025) sekitar pukul 22.00 WITA.
Selanjutnya, seorang pria turun dan menggali pasir di belakang tugu menggunakan kayu. Karena penasaran, saksi bersama pacarnya mendekati lokasi dan menemukan bayi perempuan yang masih memiliki tali pusar, terkubur sedalam 30 cm dengan kain selimut pink.
“Sontak, saksi berteriak meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Denpasar Timur,” ucapnya, Senin (10/3/2025) dalam keterangan tertulisnya di Denpasar.
Dirinya menyampaikan, Tim Opsnal Polsek Denpasar Timur langsung bergerak melakukan penyelidikan. “Mereka menemukan petunjuk yang mengarah ke Tabanan dan akhirnya mengamankan kedua pelaku di sebuah rumah sakit,” katanya.

Ni MBM diamankan di Polsek Dentim.
Adapun pelaku dalam kasus ini, ujarnya, Ni MBM (18), seorang pelajar asal Tabanan dan I Putu ADP (21), seorang pria asal Tabanan pekerjaan swasta. Hasil interogasi mengungkap bahwa kedua pelaku telah membeli obat aborsi secara online. Ni MBM rutin mengonsumsi obat tersebut hingga akhirnya kandungannya tak lagi menunjukkan pergerakan.
“Saat dibawa ke rumah sakit, dokter menyatakan bayi sudah tidak bernyawa dan menyarankan keluarga untuk memutuskan langkah selanjutnya. Pelaku kemudian membawa bayi yang telah meninggal dan menguburkannya di Pantai Padanggalak,” Bebernya.
Dirinya menyampaikan, polisi telah mengamankan pelaku dan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
Sukadi menambahkan, kasus ini mengingatkan pentingnya edukasi dan pendampingan terhadap remaja agar kejadian serupa tidak terulang. Polsek Denpasar Timur masih mendalami kasus ini dan mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. (bvn4)








































