ist
DIALOG – Kepala BKKBN Bali Agus Proklamasi bersama Ketua TP PKK Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber dalam dialog khusus, Senin (6/7).
DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –
Selain Ketua TP PKK Bali Ny. Putri SUastini Koster, dialog khusus yang digelar di salah satu stasiun radio juga menampilkan narasumber Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Agus Proklamasi. Menurutnya, saat ini jumlah pasangan usia subur yang ada di Bali terbilang sangat tinggi, terlebih beberapa bulan sebelumnya banyak pasangan yang melakukan perkawinan.
Menurutnya, sekitar 400 ribu pasangan baru yang ada di Bali, dan sebanyak 18.400 yang mengalami kehamilan, angka tersebut menurutmya sangat tinggi terlebih saat diberlakukannya WFH (work from home). Saat itu, terjadi peningkatan kehamilan sangat tinggi. “Saya khawatir dengan angka ini pada bulan September – Desember akan terjadi baby boom atau peningkatan jumlah kelahiran bayi,” tuturnya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa terdapat beberapa risiko yang akan dialami ibu hamil di masa pandemi ini. Seperti, melakukan kontrol ke Puskesmas, bidan ataupun rumah sakit akan lebih sulit, karena penerapan protokol kesehatan. Selain itu, pada saat kontrol akan ada pelayanan kesehatan yang meminta surat keterangan rapid test, di mana untuk mencari surat keterangan itu akan diperlukan biaya tambahan. Di samping itu, yang lebih penting menurutnya adalah ibu hamil lebih rentan terpapar virus Covid-19 karena imunitas tubuh ibu hamil cenderung lebih lemah. Apabila ibu hamil terpapar Covid-19, maka dampaknya akan juga dirasakan oleh calon bayi. Untuk itu, ia meminta agar bagi
usia subur yang belum hamil untuk menunda kehamilan agar tidak berisiko.
Selanjutnya, ia berharap usaha BKKBN yang menggandeng TP PKK Provinsi Bali dalam melakukan sosialisasi ini dapat diterima oleh masyarakat dan dapat dimengerti dengan seksama. “Sekali lagi kami tidak melarang, tapi kami mengimbau agar pasangan muda hendaknya menunda kehamilan di masa pandemi ini dengan mempertimbangkan berbagai risiko yang ada. Setelah pandemi berakhir silakan untuk melanjutkan program kehamilannya. Ini semua demi kesehatan kita bersama khususnya untuk ibu hamil dan calon anaknya kelak,” katanya.
Editor Wes Arimbawa







































